Sidak Takjil Ramadan, Dinkes Tanjungpinang Awasi 18 Titik

  • 23 Feb 2026 22:53 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang bersama Loka POM, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kepada pedagang takjil di jl Bandara, Kota Tanjungpinang, Senin, 23 Februari 2026, Sore. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari makanan yang tidak higeinis dan tidak memenuhi syarat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, bahwa, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap momen Ramadan. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah dan penyebaran pedagang makanan takjil di Kota Tanjungpinang.

”Selalu ada peningkatan jumlah dan penyebaran pedagang makanan takjil berbuka,” ujar Rustam.

Rustam menjelaskan, pada sidak ini, Dinkes melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pedagang. Menurutnya, di Kota Tanjungpinang memiliki kurang lebih 18 titik pasar makanan takjil, sehingga menjadi perhatian khusus oleh Dinkes.

”Setelah kita identifikasi ada kurang lebih 18 titik di Kota Tanjungpinang ini, yang kita anggap perlu kita perhatian secara khusus,” ucapnya.

Pihaknya merencanakan akan melakukan sidak selama 18 hari kedepan yaitu sampai 12 Maret 2026. Dimana kegiatan sidak ini dimulai pada kawasan jalan bandara.

”Untuk hari ini kita fokus di sekitar jalan bandara, baik yang di sisi kanan maupun di sisi kiri,” tuturnya.

Rustam menyebutkan, apabila dikemudian hari ditemukan makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya, pihaknya akan memberikan edukasi kepada pedagang tersebut dan meminta pedagang tersebut untuk memusnahkan takjil yang sudah ada. Selain itu, apabila ditemukan bahan pengawet Rodamin, maka akan diamankan.

”Misalnya ada rodamin, pengawet tertentu, kewarna tertentu, ya kita minta untuk ditarik, untuk kita musnahkan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam sidak ini di bantu oleh Sanitarian dari Puskesmas yang memberikan edukasi, sosialisasi tentang higienis dan sanitasi. Selain itu juga melibatkan Loka Pom, yang memfasilitasi alat pemeriksaan untuk mengecek kandungan makanan atau minuman tersebut.

”Alhamdulillah sebagian besar sudah bagus, tapi masih ada beberapa yang perlu edukasi lagi,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....