Ramadhan Sebagai Sarana Pembentukan Karakter dan Ketakwaan
- 23 Feb 2026 17:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tujuan utama bulan Ramadhan adalah membentuk pribadi Muslim yang bertakwa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa merupakan sarana pendidikan spiritual dan moral yang berdampak pada perubahan individu hingga masyarakat.
Ustadzah Hj. Irawati Sadar menjelaskan, dalam Al-Qur’an bahwa kewajiban puasa bertujuan agar umat Islam menjadi orang-orang yang bertakwa. Ketakwaan tersebut diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara konsisten.
“Tujuan besarnya jelas, agar kita menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa dan itu pasti berdampak pada lingkungan,” ujar Ustadzah Hj. Irawati, Senin, 23 Februari 2026.
Selain itu, puasa melatih pengendalian diri karena umat Islam diminta menahan sesuatu dalam waktu tertentu. Latihan tersebut membentuk kejujuran dan integritas, sebab ibadah puasa hanya diketahui secara pasti oleh diri sendiri dan Allah.
“Di situlah karakter kita dilatih, karena yang mengawasi hanya Allah dan kita belajar jujur pada diri sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan agar Ramadhan tidak berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri setiap Muslim. Banyak orang, kata dia, berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus karena tidak memaknai nilai spiritualnya.
“Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tetapi tidak mendapatkan pelatihan karakter dan ketakwaannya,” ucapnya.
Ustadzah Irawati menambahkan, Ramadan adalah madrasah pembentukan kebiasaan baik karena berlangsung selama 29 hingga 30 hari. Jika nilai sabar, syukur, disiplin, dan kejujuran dijaga secara konsisten, maka peluang menjadi karakter permanen akan semakin besar.
“Keluar dari Ramadan harus ada perubahan pada diri kita, dan perubahan itu yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....