Pesan Tajam Ustazah Mulyani Sentuh Hati Jemaah

  • 23 Feb 2026 16:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Atmosfer religius malam kelima Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Falah, Jalan Puncak Indah, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Minggu 22 Februari 2026, berubah menjadi momentum pencerahan spiritual yang menggugah kesadaran. Jemaah yang memadati masjid dibuat terdiam, tersentuh, sekaligus termotivasi setelah mendengar tausiah bertema “Ramadan Sarana Meningkatkan Kualitas Ibadah” yang disampaikan oleh Ustazah Mulyani, ASN PPPK yang bertugas di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Sejak awal Ramadan, fenomena membludaknya jemaah salat Tarawih dan Witir memang menjadi pemandangan umum di berbagai mesjid, surau, dan musala. Tidak jarang, jemaah bahkan meluber hingga ke teras dan halaman rumah ibadah. Namun, pertanyaan mendasar yang disorot dalam tausiah tersebut justru menggugah kesadaran kolektif: apakah semangat ibadah ini mampu bertahan hingga akhir Ramadan.

Menurut Ustazah Mulyani, konsistensi ibadah bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari pembiasaan yang dilakukan secara berulang,pepatah “alah bisa karena biasa” menjadi ilustrasi kuat bahwa Ramadan adalah momentum terbaik bagi seorang muslim untuk melatih kedisiplinan spiritual dan ketaatan kepada Allah SWT. “Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan keimanan, semata-mata mengharap ridho Allah, akan terasa ringan dan nikmat. Karena pada hakikatnya manusia diciptakan untuk beribadah kepadanya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatkan kualitas ibadah tidak cukup hanya dengan kuantitas amal. Tetapi harus disertai kualitas hati. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Mulk ayat 2:

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah tidak hanya menilai banyaknya amal, tetapi juga kualitasnya.

Dalam tausiah yang disampaikan secara lugas dan menyentuh, Ustazah Mulyani memaparkan beberapa langkah meningkatkan kualitas ibadah, di antaranya memperkuat niat hanya karena Allah, memperbanyak mengingat kematian, mempersiapkan bekal akhirat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemaksiatan. Selain itu, jemaah juga diajak untuk menyegerakan ketaatan, memperbaiki kualitas ibadah dengan ilmu, menghadirkan rasa ihsan seolah-olah Allah selalu melihat setiap amal, serta bersemangat mencari ridhonya.

Contoh konkret peningkatan kualitas ibadah juga disampaikan, seperti melaksanakan salat tepat waktu dengan khusyuk, membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar sekaligus memahami maknanya, memperbanyak sedekah kepada yang membutuhkan, serta memperbanyak zikir dengan penghayatan. Di akhir ceramah, Ustazah Mulyani menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan madrasah spiritual yang harus melahirkan perubahan nyata sepanjang kehidupan.

“Meningkatkan kualitas ibadah tidak hanya di bulan Ramadan saja. Seorang muslim harus menjaga kualitas ibadahnya sepanjang tahun,” katanya.

Suasana masjid yang awalnya ramai perlahan berubah menjadi hening penuh perenungan. Sejumlah jemaah tampak terharu bahkan ada yang meneteskan air mata ketika tausiah mencapai bagian refleksi tentang kematian dan bekal akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....