Metode Dongeng Picu Ledakan Antusiasme Anak-Anak

  • 23 Feb 2026 15:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Suasana penuh keceriaan sekaligus energi spiritual mewarnai kegiatan UMA’S TALK SERIES 2 bertema “Quran Journaling for Self Healing: Dari Ayat Turun ke Hati”. Kegiatan ini menjadi sorotan karena menghadirkan pendekatan edukasi puasa yang tidak biasa melalui metode mendongeng interaktif yang mampu memikat perhatian anak-anak sejak awal hingga akhir sesi, Minggu 22 Februari 2026.

Kegiatan menghadirkan ASN PPPK KUA Kecamatan Tanjungpinang Barat, Amrie Poerbha Yogya Sayektie, yang akrab disapa Kak Aam “Sabarmen.” Dengan gaya komunikasi yang hangat, ekspresif, dan penuh energi, ia sukses menghidupkan suasana edukasi menjadi pengalaman emosional yang membekas bagi peserta.

Dalam penyampaiannya, Aam menekankan bahwa puasa bukan hanya kewajiban ritual, melainkan proses pembentukan karakter. Anak-anak diajak memahami nilai kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri melalui cerita sederhana yang mudah dipahami sesuai usia mereka.

Pendekatan storytelling yang digunakan terbukti efektif. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan, menirukan ekspresi, hingga mengikuti gerakan yang dipandu selama sesi berlangsung.

“Melalui interaksi seperti ini dapat menciptakan suasana edukasi yang hidup, jauh dari kesan ceramah satu arah yang membosankan bagi anak-anak,” ucap Amrie Poerbha.

Salah satu kekuatan utama kegiatan ini adalah pengenalan konsep Quran Journaling for Self Healing. Anak-anak tidak hanya diajak membaca ayat Al-Qur’an, tetapi juga merenungkan makna, menuliskan pesan yang dipahami, lalu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Pendekatan ini mampu menanamkan kedekatan emosional dengan Al-Qur’an sejak usia dini yang menjadi sebuah fondasi penting bagi pembentukan spiritualitas jangka panjang,” tuturnya.

Keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak sepanjang kegiatan menjadi indikator kuat keberhasilan metode edukasi yang digunakan. Pesan yang disampaikan tidak terasa menggurui, tetapi mengalir alami melalui cerita yang menyentuh emosi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam setiap fase kehidupan.

"Saya berharap UMA’S TALK SERIES ini dapat terus berlanjut sebagai ruang edukasi inspiratif bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....