Puasa Latih Kendali Diri dan Moderasi Beragama di Masyarakat

  • 18 Feb 2026 22:27 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Di bulan suci Ramadan, umat Islam diajak menjadikan momentum ibadah sebagai sarana memperkuat moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat. Ramadan dinilai bukan sekadar ritual tahunan, tetapi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai kebangsaan.

Ustaz Muhamad Zaini, menjelaskan puasa melatih pengendalian diri sebagai fondasi sikap moderat. Menahan lapar, haus, dan emosi dinilai membentuk pribadi yang tidak ekstrem dalam menyikapi perbedaan.

“Jika kita mampu menahan diri dari yang halal di siang hari, maka kita dilatih untuk lebih bijak dan tidak reaktif terhadap perbedaan,” kata Muhamad Zaini, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia mengatakan, Ramadan juga menumbuhkan rasa empati melalui pengalaman merasakan lapar sebagaimana kaum kurang mampu. Tradisi berbagi takjil dan buka puasa bersama lintas komunitas disebut mampu mencairkan batas perbedaan umat.

“Budaya berbagi di bulan Ramadan secara alami membangun kehidupan yang inklusif,” katanya.

Selain itu, Ramadan menjadi ruang dialog yang sejuk melalui kajian keagamaan yang menekankan nilai kemanusiaan dan toleransi. Perbedaan, termasuk dalam penentuan awal Ramadan dan Syawal, harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat persatuan.

“Perbedaan adalah rahmat jika disikapi dengan moderasi dan saling menghargai,” tuturnya.

Zaini juga menegaskan peran tokoh agama dalam menjaga suasana Ramadan tetap harmonis melalui ceramah menyejukkan dan aksi sosial. Ia berharap Ramadan tahun ini semakin memperkuat ketakwaan yang berdampak pada kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Jika kita bertakwa dan menjalankan perintah Allah, maka keberkahan dan kedamaian akan Allah turunkan dalam kehidupan kita,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....