Cuaca Hambat Pemantauan Hilal di Kepri

  • 17 Feb 2026 21:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tim Rukyatul Hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan pemantauan hilal di Pantai Setumu, Dompak, Selasa, 17 Februari 2026, sore. Hal ini dilakukan untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan melibatkan berbagai instansi seperti BMKG Tanjungpinang dan ormas Islam.

BMKG RHF Tanjungpinang, M. Fadris Dwiandoko, mengatakan, bahwa ketinggian hilal saat ini masih minus satu derajat. Sehingga tidak masuk dalam kategori MABIMS yaitu minimal ketinggiannya 3 derajat dan sudut elongasinya di 6,5 derajat.

“Untuk ketinggian hilal pada hari ini itu dalam kategori minus ya, minus 1, sekian derajat,” ujar M. Fadris Dwiandoko.

Selain itu, faktor cuaca yang kurang mendukung seperti hujan ringan dan angin kencang yang menyebabkan ufuk berawan tebal. Sehingga menghambat proses pengamatan hilal pada hari ini.

”Hujan ringan, juga kondisi angin sangat kencang, kondisi ufuk juga berawan tebal,” ucapnya.

Menurutnya, hingga malam hari masih akan terjadinya hujan ringan dan dini hari berawan tebal. Selain itu diproyeksikan pada tanggal 18 Februari 2026 wilayah Tanjungpinang maupun Bintan di siang hari akan terjadi hujan ringan.

”Bahkan di esok hari, pada siang hari di wilayah Tanjungpinang dan Bintan juga diproyeksikan akan terjadi hujan ringan,” tuturnya.

Kakanwil Kemenag Kepri, Zoztafia, mengatakan, bahwa data astronomis menunjukkan posisi hilal belum memenuhi syarat minimal untuk dapat diamati secara visual. Hal ini dikarenakan faktor cuaca yang sedikit gelap disertai hujan ringan.

"Belum ada hasil ya, akibat faktor cuaca yang sedikit gelap dan hujan," ujar Zoztafia.

Zoztafia menyampaikan kepada seluruh masyarakat, agar saling menghormati ditengah keberagaman metode penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sehingga tidak terjadi perpecahan akibat adanya potendsi perbedaan tanggal dimulainya awal puasa.

”Persatuan antara umat harus kita jaga, kondusivitas Kepri ini harus senantiasa kita jaga,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....