Sebanyak 562 Atlet Bertarung di Batam International Taekwondo Championship 2026

  • 04 Sep 2026 20:53 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 562 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta Malaysia dan Singapura ambil bagian dalam Batam International Taekwondo Championship 2026 di Batam. Kejuaraan internasional tersebut berlangsung pada 4–5 September 2026 di Hotel Pacific Palace Batam.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura menegaskan, pentingnya penguatan pembinaan atlet sejak usia dini untuk melahirkan generasi olahraga berprestasi yang mampu membawa nama Kepri hingga ke tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menemukan bibit atlet potensial.

Peserta dari Indonesia antara lain datang dari DKI Jakarta, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Barat dan Kepulauan Riau. Sementara nomor yang dipertandingkan mencakup Kyorugi dan Poomsae, dengan kategori Super Kid, Pra-Cadet, Cadet, Junior, Senior hingga Master.

Menurut Nyanyang, kejuaraan internasional tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda pertandingan. Lebih dari itu, ajang tersebut harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kejuaraan internasional yang kita selenggarakan secara berkelanjutan ini memiliki tujuan strategis. Salah satunya untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet yang telah dilakukan oleh klub maupun perguruan,” kata Nyanyang Haris Pratamura, Jumat, 4 September 2026.

Ia menilai kompetisi seperti Batam International Taekwondo Championship menjadi ruang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan talenta-talenta baru yang berpotensi dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dirinya juga meminta organisasi cabang olahraga dan pemerintah daerah memperkuat program pembinaan atlet usia dini.

“Jangan biarkan atlet-atlet berbakat berjuang sendiri tanpa dukungan pembinaan dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Wagub Provinsi Kepri juga mengatakan posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan olahraga. Kejuaraan internasional yang menghadirkan atlet dari negara tetangga, menurut dia, sekaligus membuka ruang interaksi dan memperkuat hubungan antardaerah maupun antarnegara melalui olahraga.

“Kepri merupakan daerah yang sangat strategis. Kita berhadapan langsung dengan Singapura, Malaysia dan kawasan Asia lainnya,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan, Kepri harus mampu menjaga citra sebagai daerah yang aman dan nyaman. Kondisi tersebut penting bukan hanya bagi sektor investasi dan pariwisata, tetapi juga untuk pengembangan kegiatan olahraga berskala nasional dan internasional.

“Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita harus terus memastikan Kepri menjadi daerah yang aman dan nyaman, termasuk dalam pengembangan investasi dan olahraga,” katanya.

Nyanyang berpesan agar menjadikan kejuaraan sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas persahabatan. Ia meminta para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan selama pertandingan dan menghormati setiap keputusan wasit maupun juri.

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Namun, nama baik dan persahabatan antaratlet adalah yang utama,” tuturnya.

Sekjen National Sport Communication KONI Pusat Lukman Djajadikusuma mengatakan taekwondo sebagai cabang olahraga Olimpiade memiliki kontribusi penting terhadap prestasi olahraga nasional. Ia berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade, sehingga kontribusi prestasinya sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan olahraga nasional serta menuju Indonesia Emas 2045,” kata Lukman Djajadikusuma.

Ia menilai nilai disiplin, ketangguhan dan sportivitas yang melekat dalam taekwondo sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda. Lukman berharap Batam International Taekwondo Championship 2026 dapat menjadi momentum lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di level nasional hingga internasional.

“Prestasi harus diraih dengan kerja keras dan kemampuan sendiri. Mari kita lawan penggunaan doping dan tetap mampu meraih prestasi tanpa doping,” ucapnya.

Ketua Umum Taekwondo Indonesia Mayjen Amrin Ibrahim menyebut kejuaraan internasional di Batam merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menjaring atlet berkualitas. Ia berharap para atlet menunjukkan disiplin, integritas, sportivitas dan semangat pantang menyerah selama pertandingan.

“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi merupakan bagian dari menjaring bibit-bibit atlet berkualitas yang akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” ujar Mayjen Amrin Ibrahim.

Ketua KONI Batam Rani Rafitriyani melalui Kabid Humas KONI Batam Danasmara Abipraya mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet Batam untuk menguji kemampuan menghadapi peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

“Kami berharap ajang ini dapat melahirkan atlet Batam yang mampu bersaing di level nasional dan internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” katanya, mengakhiri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....