Kusnaeni: Malut United Bongkar Borok Sepak Bola Nasional?

  • 22 Jun 2025 15:03 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Pemutusan kontrak pelatih Malut United oleh manajemen klub menuai sorotan tajam dari pengamat sepak bola tanah air, Mohammad Kusnaeni. Bukan soal pemecatan itu sendiri yang jadi perhatian, melainkan pengungkapan alasan di baliknya yang dinilai sangat tidak lazim dalam iklim sepak bola Indonesia.

"Yang tidak biasa dalam kasus ini adalah pengungkapan alasannya. Biasanya alasan pemutusan kontrak menjadi rahasia," ujar Kusnaeni kepada RRI, Minggu (22/6/2025)

Kali ini, manajemen Malut United justru mengungkapkan secara terbuka dan sepihak. Sesuatu yang tidak biasa di sepak bola Indonesia dan tentu cukup mengagetkan.

Pihak klub tentu punya alasan di balik keputusannya. Tapi tentunya juga harus bisa membuktikan karena cukup mengganggu nama baik dan kredibilitas pihak-pihak yang dituding.

Mohammad Kusnaeni, menyampaikan bahwa secara umum, pemutusan kontrak pelatih adalah hal biasa dalam sepak bola profesional. Setiap saat klub bisa memberhentikan atau mengganti pelatih sesuai kebutuhan tim.

“Berprestasi atau tidak bukan satu-satunya pertimbangan. Banyak aspek yang jadi dasar perekrutan ataupun pemutusan kontrak pelatih profesional," katanya.

Malut United secara sepihak dan terbuka mengungkapkan alasan pemecatan, sebuah langkah yang disebut Kusnaeni "cukup mengagetkan" dan belum pernah terjadi sebelumnya di kancah sepak bola nasional. Meskipun klub punya hak untuk mengungkapkan alasannya, Kusnaeni menekankan bahwa manajemen Malut United harus bisa membuktikan tudingannya.

“Pasalnya, pengungkapan sepihak ini berpotensi mengganggu nama baik dan kredibilitas pihak-pihak yang dituding,” ucapnya.

Pihak pelatih dan direktur teknik sebaiknya juga tidak berdiam diri. Jika apa yang diungkapkan klub tidak benar, mereka harus membantah tudingan itu. Tentunya juga dengan bukti-bukti yang kuat.

Jika pelatih dan direktur teknik berdiam diri akan merugikan banyak pihak.

“Tidak hanya mereka berdua yang tercederai kredibilitasnya tapi para pelatih secara keseluruhan,” tuturnya.

Rumor tentang adanya "patgulipat" pemain atau agen pemain dengan pelatih, kata Kusnaeni, direktur teknik, atau manajer tim dalam perekrutan sudah lama jadi rahasia umum. Seperti fenomena gunung es dalam panggung sepak bola profesional Indonesia.

“Pelatih dan direktur teknik yang diberhentikan perlu bicara untuk meluruskan hal itu,”katanya.

Tidak hanya untuk membersihkan nama baik mereka berdua, tapi juga menjaga citra pelatih sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....