Nona Manis Sayange Angkat Adat Belis di Labuan Bajo

  • 30 Sep 2023 18:58 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Film drama komedi bertajuk "Nona Manis Sayange" yang diproduksi DMILASTY Pictures dan Putar Film akan tayang di Bioskop, 2 November 2023.

Pemutaran Film ini akan dilakukan secara serentak di seluruh Bioskop di Indonesia.

Ketua DPP Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas), Ngadiman, mengatakan film berdurasi 90 menit itu mengangkat adat Belis di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

"Film ini mengangkat tradisi perkawinan yaitu adat Belis di Labuan Bajo," kata Ngadiman, Sabtu (30/9/2023).

Dirinya menerangkan, dalam konteks ini merupakan tradisi yang relatif umum, yakni pemberian mas kawin dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan.

"Belis ini, seperti, mahar. Namun sering disalah artikan oleh masyarakat. Seolah-olah membeli perempuan untuk dijadikan istri," katanya.

Akan tetapi masyarakat, kata Dia, memaknai Belis sebagai bentuk penghargaan atau penghormatan dari kaum lelaki terhadap kaum perempuan Manggarai.

"Sebenarnya ini kebudayaan yang ingin menyatukan antar dua keluarga, bukan soal uang yang dinilai. Ini suka salah kaprah dan ini yang mau kita luruskan," Ia menerangkan.

Menurutnya, tujuan dibuatnya Film 'Nona Manis Sayange' dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait ada Belis dalam tradisi perkawinan serta membangun pariwisata di daerah Labuan Bajo.

"Ada budaya yang kita tampilkan, bahkan pemain dalam Film tokoh adat aslinya juga terlibat untuk menjelaskan fenomena kehidupan sosial yang terjadi di NTT," katanya.

Rinto Wardana, Ketua Bidang Hukum DPP Asparnas menyampaikan, Film 'Nona Manis Sayange' ini mengangkat sebuah kebudayaan di Nusa Tenggara Timur. Harapannya mampu memberikan pengetahuan yang benar kepada masyarakat.

"Miris ya, kalau kita lihat judul film horor begitu tinggi antusias masyarakat. Namun ketika soal budaya kita kurang peduli," ujar Rinto Wardana.

Menurutnya, ketika ada Film yang mengangkat tentang sosial budaya dapat didukung secara masif oleh seluruh element masyarakat.

"Ketika ada Film terkait budaya, semoga dapat didukung secara masif," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....