Kunjungan Wisatawan Bintan Turun, Evita Dorong Evaluasi Kebijakan Visa
- 23 Jul 2026 16:26 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty, menyoroti penurunan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan yang salah satunya dipengaruhi kebijakan visa bagi wisatawan mancanegara. Hal itu disampaikan Evita saat DPR Komisi VII melakukan reses di Kabupaten Bintan.
Menurutnya, perubahan aturan visa, khususnya bagi wisatawan asal China, menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan sektor pariwisata Bintan. Evita mengatakan, sebelumnya wisatawan China dapat berkunjung tanpa kewajiban visa dan didukung penerbangan langsung tiga kali dalam sepekan.
Namun, kondisi tersebut kini berubah sehingga wisatawan mulai mengalihkan tujuan ke destinasi lain. Salah satunya ke Desaru, Malaysia, yang kini menjadi salah satu kompetitor baru bagi Bintan.
"Ini sangat menghambat perkembangan pariwisata Bintan. Direct flight yang dulu tiga kali seminggu sekarang sudah tidak ada lagi," kata Evita Nursanty, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, wisatawan asal China yang sebelumnya melalui rute China-Singapura-Bintan kini mulai beralih ke destinasi wisata lain di kawasan Malaysia yang menjadi kompetitor baru bagi Bintan. Evita menyebut Komisi VII DPR RI akan mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan visa, khususnya bagi negara-negara yang menjadi pasar potensial pariwisata Indonesia.
"Kita tidak meminta semua negara bebas visa, tetapi negara-negara yang memang menjadi potensi market wisata kita perlu ditinjau kembali," katanya.
Menurutnya, prinsip resiprokal atau timbal balik dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan visa. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang memberikan kemudahan visa bagi wisatawan Indonesia.
Selain berdampak pada kunjungan wisatawan, Evita juga menyebut kebijakan visa turut memengaruhi sektor lain seperti kunjungan kapal pesiar yang sebelumnya menjadikan Bintan sebagai salah satu tujuan. Ia berharap pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan pariwisata daerah, termasuk Bintan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....