Wamen BKKBN: Remaja Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

  • 21 Okt 2025 17:59 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang : Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), secara resmi membuka Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (ADUJAKNAS) 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Tugu Sirih, Tepi Laut Tanjungpinang, Selasa (21/10/2025).

Wamen BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan bahwa kegiatan Adujaknas merupakan ajang apresiasi sekaligus ruang kompetisi bagi remaja. Hal ini untuk menampilkan inovasi dan kreativitas dalam mengatasi berbagai persoalan di kalangan generasi muda.

“Ini adalah ajang untuk mereka bisa melihat bagaimana inovasi, berkomunikasi dan bisa berkomunikasi satu sama lain,” ujar Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Isyana Bagoes Oka menjelaskan, masa remaja merupakan periode yang penuh perubahan dan tantangan, mulai dari perkembangan hormon hingga kondisi psikologis yang belum stabil. Oleh sebab itu, peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

”Sehingga orang tua itu kan kemudian harus lebih banyak lagi mencari cara agar bisa berkomunikasi dari hati ke hati dengan anak-anaknya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pentingnya peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah komunikasi antar remaja untuk saling berbagi dan memberikan dukungan positif. Menurutnya, remaja yang aktif dalam program Genre dan PIK-R biasanya adalah mereka yang berprestasi dan ingin berkembang, sehingga diharapkan mampu merangkul remaja lain yang kurang beruntung.

”Kami ingin dorong juga adalah bagaimana mereka juga merangkul remaja-remaja yang mungkin kurang seberuntung mereka begitu ya,” tuturnya.

Ia juga menekankan, pentingnya kesadaran remaja dalam merencanakan masa depan, termasuk kesiapan fisik dan mental sebelum menikah. Dalam ikrar genre disebutkan, usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

”Diikrar dari genre itu sendiri perempuannya 21 tahun, laki-lakinya 25 tahun supaya sudah siap secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Isyana Bagoes Oka mengingatkan, bahaya kecanduan di kalangan remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan media sosial. Karena itu, edukasi yang dilakukan sesama remaja dianggap lebih efektif dalam membangun kesadaran bersama.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para remaja mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memanfaatkan bonus demografi secara optimal.

“Karena ini sangat penting untuk Indonesia Emas 2045,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....