Kluivert Lambat Respon! Timnas Dibungkam Kesalahan Sendiri

  • 09 Okt 2025 08:27 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Kekalahan Timnas Indonesia dalam laga pertama kualifikasi putaran keempat patut disayangkan. Timnas sempat mengawali pertandingan dengan baik, bahkan mencetak gol lebih dulu, menunjukkan bahwa game plan yang disiapkan pelatih sudah sesuai dengan prediksi banyak pihak.

Menurut Pengamat Sepak Bola Indonesia, Mohammad Kusnaeni, Indonesia sebetulnya memiliki peluang untuk menang. "Kita sebetulnya punya kesempatan menang tapi akhirnya kalah karena banyak membuat kesalahan sendiri," ujar Mohammad Kusnaeni, Kamis (9/10/2025).

Pelatih Kluivert menggunakan formasi 4-2-3-1 yang menempatkan double pivot Joey Pelupessy-Marck Klok untuk meredam agresivitas lawan, serta mengandalkan pemain cepat seperti Miliano Jonathan dan Beckham Putra di depan. Strategi ini dirancang untuk membongkar pertahanan lawan.

Sayangnya, rencana ini tidak dieksekusi dengan baik di lapangan. Duet gelandang bertahan terlalu sering kalah dalam duel dan kurang padu, menyebabkan Arab Saudi leluasa mengontrol lapangan tengah.

“Duet gelandang bertahan sering kalah dalam duel dan kurang padu,”ujarnya.

Kelemahan di lini tengah inilah yang menjadi biang keladi ketidakseimbangan permainan. Arab Saudi mendominasi, terutama di babak pertama, memaksa para pemain Timnas membuat kesalahan beruntun yang berhasil dieksploitasi lawan.

"Kalah di tengah membuat skenario serangan tidak berjalan dengan baik, Mudah diantisipasi dan diredam," katanya, menyoroti buruknya alur serangan akibat lini tengah yang lumpuh.

Kusnaeni menilai respons pelatih terhadap situasi ini pun dinilai kurang cepat dan efektif. Permainan Timnas menjadi monoton dan minim kreativitas saat mencoba bermain lebih keluar setelah ketinggalan.

Selain itu, pergantian pemain juga dianggap agak terlambat, yang terlihat dari kebobolan Timnas di awal babak kedua. Pergantian ini seharusnya dilakukan lebih awal untuk memecah kebuntuan dan mengatasi dominasi lawan.

“Kluivert terlambat melakukan pergantian pemain, permainan Timnas monoton minim kreativitas,”tuturnya.

Keseimbangan permainan baru terlihat setelah masuknya Ole Romeny dan Thom Haye. Kedua pemain ini mampu merebut kendali lapangan tengah, membuat serangan-serangan Timnas menjadi lebih terarah dan terstruktur.

Namun, upaya ini terkendala waktu yang tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan. Beberapa peluang emas pun gagal dikonversi menjadi gol.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pelatih. Menghadapi Iraq di laga berikutnya, tim harus lebih jeli dalam menentukan susunan pemain sejak awal.

Selain itu, perlu ada mekanisme yang lebih cepat dan tanggap dalam merespons situasi di lapangan, terutama saat game plan awal tidak berjalan sesuai harapan, untuk menghindari terulangnya kesalahan yang sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....