KO 52 Detik! Ade Tumbang di Tangan Satria

  • 11 Agt 2025 13:20 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Petinju kebanggaan tanah Melayu, Zebri Satria Zandika, berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Ia berhasil merebut sabuk nasional Super Featherweight kelas 58,9 Kg setelah meng-KO lawannya, Ade Jackson, petinju tangguh dari Sukabumi.

Pertarungan sengit ini berlangsung di Atlas Super Club Bali pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sejak ronde pertama dimulai, Petinju asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang dijuluki Satria "Anak Melayu" ini langsung tampil agresif.

Dengan gerakan cepat dan pukulan mematikan, ia tak memberikan kesempatan sedikit pun bagi lawannya untuk mengembangkan permainan. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan RRI, ia mengungkapkan pertandingan sesuai game play yang di arahkan pelatih dengan tidak memberi ruang bagi lawan untuk menyerang.

“Pertandingan berjalan begitu cepat, ini berkat kerja keras selama ini,” kata Zebri Satria Zandika, Senin (11/8/2025).

Ade Jackson, yang dikenal sebagai petinju tangguh, tak mampu menahan gempuran dari Satria. Meskipun berusaha memberikan perlawanan, ia kesulitan menangkis serangan-serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Satria.

Hanya dalam waktu 52 detik, pukulan telak Satria "Anak Melayu" berhasil menjatuhkan Ade Jackson. Wasit pun langsung menghentikan pertandingan dan menyatakan kemenangan KO bagi Satria. Kemenangan ini sontak disambut meriah oleh para pendukung Satria yang hadir di arena.

“Kita ada kesempatan saya ambil cepat, saya tidak meremehkan lawan,” ujarnya.

Keberhasilan Satria "Anak Melayu" ini bukan hanya sekadar kemenangan pribadi. Ia telah membawa harum nama Kepulauan Riau dan tanah Melayu di kancah tinju nasional.

Prestasinya ini menjadi bukti bahwa anak-anak daerah juga memiliki potensi besar untuk bersaing dan berprestasi di tingkat tertinggi. Satria menduduki peringkat 2 nasional divisi Super Featherweight versi Boxer.

Dengan diraihnya sabuk nasional ini, Satria "Anak Melayu" menatap kejuaraan ditingkat Asia. Kemenangan ini membuka jalan lebar bagi kariernya di dunia tinju.

“Saat ini saya memegang sabuk nasional bisa mengikuti kejuaran Asia,” ucapnya.

Kemenangan ini menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Kepulauan Riau. Diharapkan prestasi Satria "Anak Melayu" dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama daerah di bidang apapun.

“Saya berharap petinju didaerah juga berani bersaing untuk meraih prestasi,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....