Dari Singkong Lahir Sebuah Tradisi
- 10 Sep 2026 11:29 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Singkong mungkin terlihat sederhana. Tumbuh di tanah, mudah ditemukan, dan sering dianggap sebagai pangan biasa. Namun, dari bahan yang sederhana inilah lahir beragam makanan tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah gaplek, olahan singkong yang menyimpan cerita panjang tentang tradisi dan kearifan pangan lokal.
Proses membuat gaplek membutuhkan ketekunan. Singkong yang telah dipanen kemudian dikupas, dicuci, lalu dipotong dan dijemur hingga kadar airnya berkurang. Setelah kering, singkong berubah menjadi gaplek yang dapat disimpan lebih lama. Cara sederhana ini menjadi salah satu bentuk pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil bumi agar tidak cepat terbuang.
| Baca juga: Ice Cream, Sederhana Manis dan Berkesan |
Bagi masyarakat terdahulu, gaplek bukan hanya hasil olahan singkong, tetapi juga bagian dari cara bertahan dan memenuhi kebutuhan pangan. Dari dapur-dapur sederhana, gaplek diolah menjadi berbagai sajian yang mengenyangkan sekaligus dekat dengan keseharian masyarakat.
Keberadaan gaplek juga memperlihatkan bagaimana masyarakat dahulu mampu memanfaatkan apa yang tersedia di sekitar mereka. Singkong yang tumbuh di tanah kemudian dimanfaatkan menjadi sumber pangan dengan cara pengolahan yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan masyarakat. Tidak banyak peralatan modern yang digunakan, tetapi pengetahuan dan pengalaman diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kini, ketika masyarakat semakin mengenal beragam pangan modern, gaplek tetap memiliki tempat tersendiri. Nilainya bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cerita yang menyertainya. Setiap potong gaplek membawa ingatan tentang kehidupan sederhana, kerja keras petani, serta cara masyarakat menghargai hasil bumi.
Menariknya, pangan tradisional seperti gaplek juga kembali mendapat perhatian ketika isu diversifikasi pangan dan pemanfaatan bahan pangan lokal semakin diperbincangkan. Kini, singkong hadir bukan hanya sebagai pangan tradisional, tetapi juga sebagai pilihan yang dapat diolah dalam berbagai bentuk. Kreativitas dalam pengolahan pun membuka peluang agar pangan tradisional dapat hadir dengan tampilan dan cita rasa yang lebih dekat dengan selera masa kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....