Citarasa Kampung yang Tak Lekang oleh Waktu
- 22 Jun 2026 23:05 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pulut kuah durian masih menjadi salah satu kuliner tradisional yang digemari masyarakat Melayu hingga saat ini. Di tengah banyaknya makanan modern yang bermunculan, sajian berbahan dasar pulut dan durian ini tetap mampu mempertahankan daya tariknya karena cita rasa yang khas dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Hidangan ini terbuat dari pulut atau beras ketan yang dimasak hingga pulen, kemudian disajikan bersama kuah durian yang manis dan beraroma harum. Perpaduan rasa gurih dari pulut dan manisnya durian menciptakan sensasi yang unik sehingga banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Bagi masyarakat Melayu, pulut kuah durian bukan sekadar makanan penutup. Hidangan ini telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan sering hadir dalam berbagai acara keluarga maupun perayaan adat. Kehadirannya mencerminkan kekayaan kuliner lokal yang masih terjaga hingga sekarang.
Saat musim durian tiba, pulut kuah durian menjadi sajian yang banyak dicari. Tidak sedikit keluarga yang membuatnya secara bersama-sama di rumah sebagai bentuk kebersamaan dan pelestarian tradisi. Momen tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antar anggota keluarga.
Menurut sejumlah pelaku kuliner tradisional, minat masyarakat terhadap pulut kuah durian masih cukup tinggi. Bahkan generasi muda mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengenal dan menikmati makanan khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
Selain menjadi hidangan favorit masyarakat lokal, pulut kuah durian juga memiliki potensi daya tarik wisata kuliner. Wisatawan yang berkunjung ke daerah Melayu sering menjadikan makanan ini sebagai salah satu kuliner yang wajib dicicipi karena keunikan rasa dan nilai sejarah yang dimilikinya.
Keberadaan pulut kuah durian membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan di tengah perkembangan zaman. Dengan cita rasa autentik dan cerita budaya yang menyertainya, hidangan ini layak disebut sebagai “Cita Rasa Kampung yang Tak Lekang Waktu”, sebuah warisan kuliner yang terus hidup dan dicintai dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....