Putu Mayang Warisan Melayu Mulai Jarang Ditemukan

  • 28 Mar 2026 22:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Seorang pelaku UMKM di Tanjungpinang, Ria, menyebut bahwa Putu Mayang merupakan salah satu makanan khas Melayu yang sangat digemari oleh masyarakat Tanjungpinang. Namun, seiring perkembangan zaman, keberadaan kuliner tradisional ini kini semakin jarang dijumpai di daerah tersebut.

“Sekarang ini sudah sulit menemukan Putu Mayang di Tanjungpinang. Bahkan di pasar, warung, maupun toko kue sudah jarang yang menjualnya,” ujar Ria, Sabtu, 28 Maret 2026.

Putu Mayang sendiri merupakan kue tradisional Melayu yang populer di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras dan sagu yang dibentuk menyerupai mie, kemudian ditata bertumpuk dan diberi warna-warni menarik.

Penyajiannya semakin khas dengan kuah kinca, yaitu, campuran gula merah dan santan yang memberikan cita rasa manis dan gurih. “Dalam satu porsi, Putu Mayang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp15 ribu yang terdiri dari empat keping Putu Mayang lengkap dengan kuahnya,” katanya.

Sebagai makanan tradisional, Putu Mayang memiliki nilai budaya yang kuat karena telah dikenal secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu, khususnya di Pulau Penyengat. Selain itu, kuliner ini juga memiliki nilai ekonomi, karena berpotensi menjadi sumber pendapatan jika kembali dikembangkan dan dipasarkan secara luas.

Ria berharap adanya perhatian dari berbagai pihak untuk melestarikan kuliner tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman. “Putu Mayang ini bagian dari warisan budaya kita. Harus dijaga dan dikenalkan lagi ke generasi muda,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....