Sejarah Cokelat, dari Minuman Suku Maya hingga Camilan

  • 17 Sep 2025 10:31 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Cokelat yang kini populer sebagai camilan manis ternyata memiliki sejarah panjang yang menarik. Tanaman kakao pertama kali dikenal oleh peradaban kuno di Amerika Tengah, terutama suku Maya dan Aztec. Mereka mengolah biji kakao menjadi minuman pahit yang disebut xocolatl, yang dipercaya memiliki kekuatan khusus untuk menambah energi dan vitalitas.

Melansir dari situs ditpui.ugm.ac.id, pada masa kejayaan suku Aztec, biji kakao bahkan dijadikan sebagai alat tukar atau mata uang. Nilai kakao sangat tinggi, sehingga hanya kaum bangsawan dan prajurit tertentu yang bisa menikmati minuman cokelat. Hal ini menjadikan cokelat sebagai simbol kemewahan dan status sosial di masyarakat kuno.

Sejarah cokelat berubah ketika bangsa Spanyol membawa biji kakao ke Eropa pada abad ke-16. Di benua biru, cokelat kemudian diolah dengan tambahan gula dan susu sehingga rasanya lebih manis dan disukai banyak kalangan. Sejak saat itu, popularitas cokelat pun menyebar ke seluruh dunia.

Memasuki era revolusi industri pada abad ke-19, teknologi pengolahan cokelat semakin berkembang. Mesin penggiling dan proses pemurnian kakao membuat cokelat bisa diproduksi massal dalam bentuk batang maupun bubuk. Perusahaan-perusahaan besar pun mulai bermunculan dan menjadikan cokelat sebagai salah satu produk makanan paling laris di pasar global.

Kini, cokelat bukan hanya sekadar makanan manis, melainkan bagian dari budaya dan gaya hidup. Dari perayaan ulang tahun, hari kasih sayang, hingga hadiah khusus, cokelat selalu hadir sebagai simbol kebahagiaan. Sejarah panjangnya dari masa suku Maya hingga menjadi ikon dunia membuktikan bahwa cokelat memiliki tempat istimewa di hati banyak orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....