Kue Kering, Simbol Kehangatan Silaturahmi Lebaran

  • 01 Apr 2025 16:31 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Setiap perayaan Idulfitri, masyarakat di Kota Tanjungpinang tidak pernah melewatkan tradisi menyajikan kue kering di meja tamu. Kue kering menjadi bagian penting dalam momen silaturahmi, di mana keluarga, kerabat, dan tetangga berkumpul untuk saling bermaafan.

Salah seorang warga Kota Tanjungpinang, Deska Wulandari mengatakan bahwa keberadaan kue kering saat Lebaran merupakan hal yang wajib. Beraneka macam kue kering tersaji di meja untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.

“Setiap Lebaran, kue kering merupakan hal penting yang tidak boleh terlewatkan,” ujar Deska, Selasa (1/4/2025).

Berbagai jenis kue kering seperti nastar, kue keju, putri salju, brownies, dan lainnya menjadi favorit masyarakat. Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, kue kering juga menjadi simbol kehangatan dalam menjamu tamu yang datang.

Harga kue kering di pasaran bervariasi, tergantung dari bahan yang digunakan. Kue dengan bahan premium seperti keju berkualitas tinggi dan mentega impor biasanya memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan kue yang menggunakan bahan standar.

Selain membeli di toko atau pasar, banyak juga masyarakat yang memilih untuk membuat sendiri kue kering di rumah. Baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual kembali.

“Tradisi menyajikan kue kering ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya Lebaran di Tanjungpinang,” ucapnya.

Selain menjadi suguhan bagi tamu, kue kering juga sering dijadikan oleh-oleh bagi keluarga yang datang dari luar kota. Dengan keberagaman jenis dan rasa, kue kering semakin memperkaya suasana kebersamaan saat perayaan Idul fitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....