Rebus atau Kukus? Cek Kelebihan dan Kekurangannya yuk
- 14 Jan 2025 09:36 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Dibandingkan dengan goreng dan panggang, mengolah makanan dengan cara rebus dan kukus dipercaya lebih sehat. Akan tetapi, baik metode mengukus maupun merebus sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan karena berbagai faktor seperti nutrisi, rasa, tekstur, dan efisiensi.
“Anak kos kayak saya, lebih pilih rebus atau kukus karena bisa pakai rice cooker,” ucap Aulia Zahwa, mahasiswi asal Kota Tanjungpinang, Selasa (14/1/2025).
Mengukus lebih efektif dalam mempertahankan vitamin dan mineral yang larut dalam air (seperti vitamin C dan B), karena makanan tidak bersentuhan langsung dengan air. Penelitian menunjukkan bahwa mengukus dapat mempertahankan lebih banyak senyawa antioksidan, seperti karotenoid dan flavonoid.
Makanan yang di kukus cenderung mempertahankan rasa alami dan tekstur yang lebih baik, terutama untuk sayuran dan ikan, yang bisa menjadi lembek dan kehilangan rasa saat direbus terlalu lama. Tidak ada penambahan lemak atau minyak dalam proses pengukusan, menjadikannya pilihan yang lebih sehat jika Anda menghindari konsumsi lemak berlebih.
Proses mengukus umumnya memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan merebus, terutama untuk bahan makanan yang lebih padat seperti ubi atau kentang. Meskipun mudah, mengukus membutuhkan perhatian lebih terhadap suhu dan waktu pemasakan, karena prosesnya lebih lambat.
Merebus adalah metode memasak yang cepat dan mudah, karena hanya perlu menambahkan makanan ke dalam air mendidih dan menunggu hingga matang. Metode merebus cocok untuk bahan makanan yang membutuhkan waktu lama untuk memasak atau empuk, seperti daging keras, kentang, dan beberapa jenis kacang-kacangan.
Akan tetapi, dengan merebus, nutrisi yang larut dalam air, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B, akan hilang ke dalam air rebusan, terlebih jika air dibuang setelah memasak. Proses merebus dapat menyebabkan sayuran dan bahan makanan lainnya kehilangan antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya.
Makanan yang direbus terlalu lama bisa menjadi lembek atau kehilangan rasa asli karena terlarut dalam air, dan dapat menyebabkan kehilangan tekstur pada beberapa jenis makanan, seperti sayuran. Jika terlalu lama atau dengan suhu terlalu tinggi, makanan yang direbus bisa kehilangan kandungan gizi, terutama pada sayuran yang sangat sensitif terhadap suhu tinggi.
Baik metode mengukus ataupun merebus, keduanya dianggap sebagai cara memasak yang sehat dan aman. Lalu, dari kedua cara memasak sehat ini, apakah ada salah satu di antaranya yang lebih baik?
Jawabannya bisa didapatkan dari hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science dan American Journal of Clinical Nutrition. Studi menunjukkan bahwa mengukus umumnya lebih baik dalam mempertahankan nutrisi pada sayuran dibandingkan dengan merebus, tergantung pada jenis makanan dan kebutuhan memasak.
Sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, wortel lebih baik dikukus, sedangkan kentang dan biji-bijian, direbus lebih cocok. Untuk hasil optimal, hindari merebus terlalu lama dan gunakan sedikit air jika harus merebus, agar nutrisi lebih terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....