Kontroversi Durian: Mengapa Buah Ini Dicintai dan Dibenci?
- 19 Des 2024 19:41 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang : Musim durian kembali hadir, membawa kegembiraan bagi sebagian orang dan keluhan bagi yang lain. Buah yang dikenal sebagai “Raja Buah” ini selalu menjadi topik perdebatan, terutama karena aroma dan rasanya yang khas.
Jeki, seorang penjual durian di kawasan Pasar Bintan Center, membagikan pandangannya tentang kontroversi yang melingkupi buah berduri ini.“Durian itu memang unik. Banyak orang yang rela datang jauh-jauh hanya untuk menikmatinya, tapi ada juga yang tidak tahan bahkan mencium baunya saja,” kata Jeki sambil tersenyum.
Menurutnya, aroma tajam durian menjadi salah satu faktor utama yang memecah pendapat. “Ada yang bilang baunya seperti surga, tapi ada juga yang menyamakannya dengan aroma yang kurang sedap. Ini soal selera.” Ucapnya
Bagi para pencinta durian, aroma buah ini adalah daya tarik utamanya. Mereka percaya bahwa semakin tajam aromanya, semakin enak rasanya. Namun, bagi sebagian orang, aroma ini justru membuat mereka enggan berada di dekat durian.
Selain aroma, rasa durian juga menjadi bahan diskusi yang tiada habisnya. Tekstur lembut seperti krim dengan perpaduan rasa manis dan pahit dianggap sempurna oleh penggemarnya. Namun, bagi yang tidak menyukai durian, rasanya justru terlalu kuat.
Kontroversi durian juga memengaruhi tempat umum. Banyak hotel dan transportasi publik yang melarang durian karena aromanya dianggap mengganggu. “Sebenarnya ini masalah toleransi. Kalau kita suka durian, ya jangan sampai mengganggu orang lain,” ujar Jeki.
Meski menuai pro dan kontra, durian tetap menjadi primadona selama musimnya. Para penjual seperti Jeki pun merasa bersyukur karena buah ini selalu membawa keuntungan besar. “Saya senang, durian ini bisa menghidupi keluarga saya. Terlepas dari perdebatan, durian tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....