Ketahui Ciri-ciri Jerawat Hormonal

  • 07 Jul 2024 11:14 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN Tanjungpinang: Jerawat hormonal dapat dialami oleh pria dan wanita. Pria lebih rentan mengalami kondisi ini saat pubertas, sedangkan wanita lebih sering mengalaminya saat dewasa, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Dilansir dari website resmi Halodoc, ciri-ciri jerawat hormonal antara lain:

Muncul di waktu tertentu

Jerawat hormonal biasanya muncul pada usia 20-50 tahun atau bertepatan dengan siklus menstruasi. Selain itu, pada wanita, jerawat hormon juga bisa muncul saat terjadi perubahan hormonal dalam hidup, seperti selama kehamilan, menyusui, masa menopause, dan pasca persalinan.

Muncul di dagu dan garis rahang

Jika jerawat pubertas biasanya muncul di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu), jerawat hormonal lebih sering muncul di dagu dan sekitar rahang. Bentuknya bisa berupa kista yang terbentuk jauh di bawah kulit dan terasa menyakitkan.

Penanganan jerawat hormonal perlu disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Dilansir dari website resmi Alodokter, ada beberapa cara untuk mengatasi jerawat hormonal yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkannya:

a. Menjaga kebersihan kulit

Cuci wajah secara rutin, setiap pagi dan sebelum tidur malam, menggunakan pembersih wajah berbahan lembut. Mencuci wajah akan membersihkan minyak, bakteri, kotoran, dan sel kulit mati sehingga tidak menyumbat pori-pori dan memperparah jerawat.

b. Mengoles obat jerawat

Obat jerawat yang dijual bebas terkadang mampu mengatasi jerawat hormonal ringan. Obat ini umumnya mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, retinol, dan asam azelaik yang mampu membunuh bakteri penyebab jerawat atau membuka pori-pori yang tersumbat.

c. Mengonsumsi pil KB

Pil KB dapat menyeimbangkan hormon dan membersihkan kulit dari jerawat. Namun, pil ini harus dikonsumsi berdasarkan resep dari dokter karena memiliki efek samping seperti mual, sakit kepala, dan gangguan haid. Selain itu, ada kemungkinan terjadinya interaksi obat jika diminum bersamaan dengan obat tertentu.

d. Mengonsumsi obat antiandrogen

Dampak Negatif Androgen dapat mengganggu folikel rambut dan meningkatkan produksi minyak. Obat antiandrogen bertujuan mencegah tubuh memproduksi lebih banyak hormon. Sama halnya dengan pil KB, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan harus berdasarkan saran dari dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....