Afirmasi, Menentang Pikiran Negatif

  • 08 Mei 2024 10:51 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang : Afirmasi masih menjadi jadi istilah kata bagi masyarakat awam. Afirmasi berhubungan dengan diri sendiri, bagaimana seseorang menegaskan sesuatu pada dirinya sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, afirmasi adalah penetapan yang positif. Arti afirmasi juga dapat dipahami sebagai penegasan atau peneguhan. Dalam kata lain, arti afirmasi adalah pengakuan.

Dilihat dari konteksnya, afirmasi memiliki arti suatu penetapan yang positif, penegasan, atau peneguhan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pengaruh positif dari suatu hal yang dilakukannya, sehingga mampu menghentikan pikiran – pikiran negative dalam diri seseorang.

Dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tanjungpinang, Mirta Yolanda yang juga Kepala Biro Psikolagi My Psikolog mengatakan bahwa ada beberapa faktor penentu munculnya pikiran negatif seperti adanya kekeliruan berpikir atau dalam istilah psikolaginya adalah Distorsi Kognitif, (7/5/2024).

‘’Kekeliruan Berpikir merupakan kesalahan logika berpikir secara berlebihan sehingga membuat pikiran kita tidak rasional, salah satunya adalah overthinking’’, kata Mirta Yolanda.

Menurut Wikipedia, Distorsi kognitif memiliki beberapa jenis yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan yang berbeda, Distorsi kognitif jenis ini melihat sesuatu dalam hitam atau putih, tidak terdapat ruang untuk abu-abu diantaranya. Hal tersebut membuat seseorang sulit keluar dari gangguan psikologis yang dialaminya.

Mereka merasa bahwa jika telah gagal sekali, maka selanjutnya akan gagal total sehingga tidak ada kemauan untuk memperbaikinya. Contohnya adalah ketika seseorang yang berkomitmen untuk membaca buku setiap hari, namun pada suatu hari ia melewatkannya. Hal itu membuat ia merasa telah melanggar komitmennya dan justru berhenti membaca buku untuk seterusnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....