Kabut Asap Melanda, Jangan Panik. Lakukan Hal ini !

  • 30 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kabut asap yang melanda sebagian besar daerah Sumatra khususnya di kota Tanjungpinang – Kepulauan Riau sangat merusak kualitas udara saat ini. Meskipun hujan sempat turun lebat selama 2 hari namun kabut asap tetap terlihat jelas dan membatasi jarak pandang. Kondisi kabut asap ini menuntut masyarakat untuk lebih menjaga Kesehatan pernapasan tidak hanya bagi orang dewasa tetapi juga bagi anak-anak.

Dikutip dari laman https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap , asap kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla mengandung Partikel Halus (PM2.5 dan PM10): Debu mikroskopis yang sangat kecil sehingga mampu melewati bulu hidung, masuk ke paru-paru, dan mencemari aliran darah. Selain itu juga mengandung karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), serta senyawa organik volatil yang bersifat mengiritasi.

Tak hanya gas, kabut asap juga mengandung partikel berbahaya berupa debu, asap, atau kotoran. Hal inilah yang membuat efek kabut asap bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan multi penyebab ini tentunya beberapa hal penting harus diterapkan atau dilaksanaka oleh masyarakat untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana kabut asa seperti :

  1. Lindungi Diri dari Paparan Asap

Batasi ke luar rumah: Kurangi kegiatan di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan riwayat penyakit pernapasan.

Pakai masker: Gunakan masker yang sesuai, seperti masker bedah atau respirator (N95/KN95), saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Tutup ventilasi: Tutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat agar asap dari luar tidak masuk ke dalam ruangan.

Hindari sumber asap tambahan: Jangan merokok atau membakar sampah di dalam atau di sekitar rumah karena dapat memperburuk kualitas udara.

  1. Jaga Kesehatan Tubuh

Perbanyak minum air putih: Minum air yang cukup secara berkala untuk menjaga saluran pernapasan tetap lembap dan membantu tubuh tetap terhidrasi.

Konsumsi makanan bergizi: Perbanyak makan buah dan sayur yang kaya antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Segera berobat: Pergi ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk, iritasi mata, atau nyeri dada

Selain kebakaran hutan, kabut asap juga dapat disebabkan oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor. Asap tersebut mengandung berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....