YKI Kepri Gelar Skrining IVA dan Vaksinasi HPV Cegah Kanker Serviks

  • 29 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar bakti sosial skrining IVA/Pap smear, pemeriksaan payudara klinis (SADANIS), pemeriksaan kesehatan gratis, serta program sejuta vaksin bagi aparatur sipil negara (ASN) dan keluarga. Kegiatan berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 29 September 2026, dalam rangka HUT ke-24 Provinsi Kepri.

Ketua YKI Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kanker serviks. Sasaran kegiatan mencakup masyarakat, ASN, serta keluarga, khususnya kaum perempuan.

“Tujuan kita memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Kepri, ASN, beserta keluarga, agar khususnya kaum perempuan di Kepri sehat dan bebas dari kanker serviks,” ujar Dewi Kumalasari Ansar.

Ia menjelaskan skrining merupakan langkah deteksi dini untuk mencegah perkembangan kanker, bukan sebagai pengobatan. Apabila ditemukan indikasi atau hasil pemeriksaan yang memerlukan tindak lanjut, peserta akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Kalau ada temuan, tentu kita rujuk ke rumah sakit untuk dapat ditindaklanjuti pemeriksaan kelanjutannya,” katanya.

Ketua YKI Kepri, mengimbau masyarakat agar tidak malu atau sungkan memeriksakan kesehatan, terutama terkait risiko kanker serviks. Menurutnya, deteksi dini dan vaksinasi menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moh. Bisri, menyebut pemeriksaan IVA telah tersedia di sejumlah puskesmas dan rumah sakit, sedangkan masyarakat juga dapat mendatangi kantor YKI untuk memperoleh arahan layanan. Ia menilai pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi dan gerakan masyarakat agar risiko kanker dapat diketahui lebih awal.

“Pekerjaan rumah kita adalah bagaimana membuat ini semuanya menjadi gerakan masyarakat, karena mencegah jauh lebih murah dibanding mengobati,” ujarnya.

Temuan risiko kanker serviks perlu ditindaklanjuti melalui konseling dan pemeriksaan lanjutan sesuai arahan tenaga kesehatan. Ia berharap kegiatan skrining dan vaksinasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi beban pelayanan kesehatan di masa mendatang.

“Jangan sampai ini muncul penyakit kanker dikemudian hari, karena beban pelayanan, psikis pasti akan berat bagi pasien,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....