Bukan Cuma Lansia, Hipertensi Kini juga Mengintai Anak Muda
- 29 Sep 2026 09:12 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Hipertensi selama ini sering dikaitkan dengan populasi usia tua. Namun, kelompok usia muda juga dapat mengalami kondisi tekanan darah tinggi.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah mencapai 9,3 persen untuk kelompok usia 15–24 tahun dan meningkat jadi 17,4 persen pada kelompok usia 25–34 tahun. Nilai tersebut menunjukkan hipertensi harus diperhatikan sejak usia dini.
Hipertensi dikenal pula sebagai salah satu penyakit yang kerap kali tidak menunjukkan gejala. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa banyak individu dengan hipertensi tidak mengalami gejala, sehingga pengukuran tekanan darah menjadi metode penting untuk mendeteksi kondisi tersebut.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Pada kelompok usia muda, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Kementerian Kesehatan menyatakan pola makan tinggi garam dan lemak, rendah konsumsi buah serta sayur, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko. Gaya hidup yang cenderung tidak aktif juga membuat anak muda harus lebih memperhatikan kegiatan fisik dan rutinitas sehari-hari.
Data SKI 2023 juga menunjukkan adanya jurang antara hipertensi yang terdiagnosis oleh dokter dengan hasil pengukuran tekanan darah. Untuk kelompok usia 18–59 tahun, prevalensi yang tercatat berdasarkan diagnosis dokter adalah 5,9 persen, sedangkan menurut hasil pengukuran mencapai 26 persen. Kementerian Kesehatan berpendapat bahwa kesenjangan ini menandakan perlunya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya memeriksa status tekanan darahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....