Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Waspadai Gangguan Pernapasan

  • 01 Sep 2026 17:31 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Asap tersebut mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari batuk, sesak napas, sakit tenggorokan hingga iritasi pada hidung. Dalam kondisi tertentu, paparan asap juga dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Mengutip dari https://www.alodokter.com/ganasnya-efek-polusi-udara-akibat-kabut-asap, selain kebakaran hutan, kabut asap juga dapat disebabkan oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor. Asap tersebut mengandung berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon.

Risiko kesehatan menjadi lebih besar bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan, seperti asma dan PPOK. Kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih karena kondisi tubuh dan sistem pernapasannya lebih rentan terhadap dampak polusi udara.

Kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, sehingga seseorang bisa mengalami mata perih, berair, gatal, atau rasa tidak nyaman. Jika kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memantau perkembangan kualitas udara di wilayahnya masing-masing.

Penggunaan masker yang sesuai dan membatasi paparan asap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga.

Apabila muncul keluhan, seperti sesak napas, gangguan pernapasan yang semakin berat, atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan di fasilitas pelayanan kesehatan. Jangan mengabaikan gejala yang muncul, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.

Kabut asap Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang dapat berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat apabila paparannya tidak dikendalikan. Karena itu, pencegahan Karhutla, pengendalian kualitas udara, serta kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....