Apakah Menu Kukusan Baik untuk Kesehatan ? Ikutin Aturan Konsumsinya !

  • 31 Agt 2026 07:10 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tren masyarakat saat ini bisa dikatakan sudah memasuki fase sadar akan kesehatan, beberapa hal yang dilakukan adalah dengan aktif berolahraga dan pemilihan menu real food. Menu realfood yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia saat ini adalah bahan makanan dari alam yang minim pengolahan.

Menu real food yang kini banyak dijumpai diberbagai tempat penjualan kuliner seperti kukusan Ubi, kentang, keledek, Talas, wortel, labu siam kacang kedelai, kacang arab hingga telur rebus. Biasanya menu jualan tersebut di jual dalam etalase, gerobak maupun secara online dengan harga bervariasi antara 2 ribu hingga 3 ribu rupiah perpotong. Namun apakah tren konsumsi menu kukusan ini memang menyehatkan ?

Dikutip dari laman https://health.detik.com/diet/d-8207553/tren-rebusan-kukusan-diklaim-lebih-sehat-ini-saran-dokter-gizi-agar-manfaatnya-optimal, makanan realfood yang dikukus justru lebih baik dalam mempertahankan vitamin dan mineral yang larut air, seperti vitamin C dan vitamin B. Proses ini tidak melibatkan suhu tinggi atau pembakaran yang bisa merusak nutrisi.

Sementara itu, metode merebus memiliki sedikit kekurangan karena sebagian nutrisi bisa larut ke dalam air, terutama jika air rebusannya dibuang. Agar manfaat sarapan rebusan dan kukusan lebih optimal, penting untuk memperhatikan variasi bahan, porsi, dan cara pengolahannya.

Menu sehat pun bisa kehilangan nilai gizinya jika tidak diatur dengan baik. Upayakan untuk memasak secukupnya, sekitar 10-20 menit saja, agar tekstur tetap lembut dan vitamin yang sensitif terhadap panas tidak banyak hilang. Hindari merebus terlalu lama karena proses pemanasan berlebihan dapat menurunkan kadar vitamin C dan B.

Selain itu, batasi porsi makan, meski bahan rebusan tergolong sehat, konsumsi karbohidrat berlebih tetap dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kadar gula darah. Begitu juga bagi orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes, penting untuk tetap memperhatikan total asupan karbohidrat, dengan kisaran 45-65 persen dari kebutuhan kalori harian.

Untuk menambah cita rasa, boleh menambahkan sedikit garam atau rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau daun salam. Sebisa mungkin hindari tambahan gula, kecap manis, atau saus tinggi kalori yang bisa mengurangi manfaat sehatnya.

Berikut kombinasi menu yang disarankan.

Tambah protein: Telur rebus 1-2 butir untuk 12 gram protein dan rendah kalori, tahu atau tempe kukus, ikan kukus (seperti pepes tanpa minyak), atau kacang rebus (edamame, kacang tanah). Ini untuk bangun dan menjaga massa otot serta menjaga imunitas.

Tambah sayur dan buah: Sayur rebus seperti bayam, wortel, atau brokoli untuk vitamin dan serat tambahan. Buah segar seperti pepaya atau apel untuk antioksidan.

Lemak sehat: Sedikit kacang atau alpukat jika perlu.

Contoh menu seimbang: Ubi rebus + telur rebus + bayam kukus + pisang. Ini bisa penuhi sekitar 300-500 kkal sarapan dengan gizi lengkap, termasuk protein untuk perbaikan sel dan serat untuk kesehatan usus juga mengenyangkan dan memberikan energi yang lama hingga siang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....