Mengapa Gorengan Sering Dihindari saat Menjalani Diet
- 27 Agt 2026 18:14 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gorengan menjadi salah satu makanan yang sering dihindari ketika seseorang sedang menjalani program diet. Makanan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, hingga pisang goreng umumnya dimasak menggunakan minyak sehingga memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan kalori harian dapat meningkat dan membuat target penurunan berat badan menjadi lebih sulit tercapai.
Melansir dari situs halodoc.com, selain kandungan kalorinya, proses penggorengan juga membuat makanan menyerap minyak. Jumlah minyak yang terserap dapat berbeda-beda, tergantung jenis makanan, suhu minyak, serta lama proses penggorengan. Karena itu, makanan yang sebenarnya berbahan dasar sayuran atau tahu tetap dapat menjadi tinggi kalori setelah melalui proses penggorengan.
Gorengan juga cenderung kurang mengenyangkan dibandingkan makanan yang kaya protein dan serat. Seseorang dapat mengonsumsi beberapa potong gorengan tanpa merasa kenyang dalam waktu lama. Kondisi ini berpotensi membuat asupan makanan bertambah, terutama jika gorengan dikonsumsi sebagai camilan di antara waktu makan.
Meski demikian, menjalani diet bukan berarti harus menghindari gorengan selamanya. Kunci utama penurunan berat badan adalah mengatur total asupan kalori dan menjaga pola makan tetap seimbang. Gorengan masih dapat dikonsumsi sesekali dalam jumlah terbatas, dengan tetap memperhatikan pilihan makanan lain yang lebih kaya protein, serat, vitamin, dan mineral.
Sebagai alternatif, makanan dapat diolah dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, atau menggunakan air fryer dengan sedikit minyak. Pilihan tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan minyak tanpa harus menghilangkan cita rasa makanan sepenuhnya. Dengan pola makan yang seimbang dan aktivitas fisik yang cukup, program diet dapat dijalani secara lebih realistis dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....