Tidur Larut Malam Bisa Memicu Risiko Obesitas

  • 24 Agt 2026 21:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kebiasaan tidur larut malam tidak hanya membuat tubuh kekurangan waktu istirahat, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan apabila dilakukan terus-menerus. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya kemungkinan mengalami kenaikan berat badan hingga obesitas.

Melansir dari situs halodoc.com, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketika waktu tidur tidak mencukupi, seseorang dapat lebih mudah merasa lapar dan memiliki keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat asupan kalori meningkat tanpa disadari.

Kebiasaan tidur larut malam juga sering disertai dengan aktivitas makan pada malam hari. Makanan ringan, makanan cepat saji, atau minuman manis yang dikonsumsi menjelang tidur dapat menambah asupan energi harian. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, kelebihan energi tersebut dapat tersimpan sebagai lemak.

Selain pola makan, kurang tidur juga dapat membuat tubuh terasa lelah pada siang hari. Kondisi ini berpotensi mengurangi keinginan untuk beraktivitas atau berolahraga. Dalam jangka panjang, kombinasi antara pola tidur yang buruk, pola makan tidak teratur, dan kurang bergerak dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih.

Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dan teratur penting menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Masyarakat disarankan mengatur waktu tidur, membatasi konsumsi makanan menjelang tidur, serta tetap aktif bergerak. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....