Mengapa Anak Bisa Trauma saat Diajak Berobat ke Puskesmas
- 20 Agt 2026 14:03 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sebagian anak dapat merasa takut atau cemas ketika diajak ke puskesmas untuk berobat. Rasa takut ini bisa muncul karena pengalaman sebelumnya, lingkungan yang dianggap asing, hingga bayangan tentang tindakan medis yang menurut anak terasa menakutkan.
Melansir dari situs kemkes.go.id, bagi sebagian anak, puskesmas identik dengan jarum suntik, pemeriksaan tubuh, obat, atau rasa tidak nyaman. Pengalaman ketika harus disuntik atau menjalani pemeriksaan tertentu dapat tersimpan dalam ingatan dan membuat anak kembali merasa takut ketika mendengar ajakan berobat.
Rasa cemas juga dapat semakin kuat apabila orang dewasa menggunakan puskesmas atau dokter sebagai ancaman, misalnya mengatakan anak akan disuntik jika tidak menurut. Kalimat seperti itu tanpa disadari dapat membentuk persepsi bahwa fasilitas kesehatan adalah tempat yang menakutkan.
Untuk mengurangi ketakutan tersebut, orang tua dapat memberikan penjelasan sederhana dan jujur mengenai alasan anak perlu diperiksa. Anak juga sebaiknya diberi kesempatan bertanya dan didampingi selama proses pemeriksaan sehingga merasa lebih aman dan mendapatkan dukungan.
Pengalaman positif secara bertahap dapat membantu anak membangun kembali rasa percaya terhadap tenaga kesehatan. Orang tua juga dapat memberikan apresiasi setelah anak menjalani pemeriksaan, tanpa menjanjikan bahwa setiap kunjungan pasti tidak akan terasa sakit, agar anak memperoleh gambaran yang jujur sekaligus menenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....