Kemenkes Perluas Skrining TB ke Pesantren dan Permukiman Padat
- 14 Agt 2026 14:20 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperluas skrining tuberkulosis (TB) ke pondok pesantren dan permukiman padat di seluruh Indonesia. Program tersebut menggunakan rontgen dada berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat penemuan kasus.
Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kemkes.go.id, teknologi rontgen portabel memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di masyarakat tanpa menunggu pasien datang ke rumah sakit. TB masih menjadi penyakit menular dengan angka kematian tinggi di Indonesia, yakni sekitar 120.000 kematian setiap tahun.
Kemenkes RI menyiapkan sekitar 10.000 unit rontgen yang akan didistribusikan secara bertahap ke puskesmas. Pemeriksaan tersebut juga akan diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperluas akses layanan.
Pesantren menjadi sasaran prioritas karena kepadatan hunian dapat meningkatkan risiko penularan TB. Skrining umum menemukan rata-rata 0,3 persen kasus, sedangkan pemeriksaan di Lapas Nusakambangan mencapai sekitar 3 persen.
Selain pesantren, skrining menyasar 3.373 desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota. Pelaksanaan program tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026, khususnya di wilayah dengan kepadatan dan risiko penularan lebih tinggi.
Kementerian Agama RI mendukung skrining di sekitar 42.000 pesantren dengan lebih dari 7 juta santri. Program serupa juga diarahkan ke lebih dari 82.000 madrasah yang memiliki sekitar 10,5 juta siswa.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada penderita TB. Deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas diharapkan membantu menekan penularan serta kematian menuju target eliminasi TB pada 2030.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....