Kebutuhan Nutrisi Lansia yang Sering Terabaikan

  • 08 Agt 2026 21:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Memasuki usia lanjut, kebutuhan gizi tetap harus diperhatikan agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sayangnya, banyak lansia mengalami penurunan nafsu makan atau menganggap porsi makan yang lebih sedikit sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Menurut World Health Organization (WHO), lansia merupakan kelompok yang lebih rentan mengalami malnutrisi akibat perubahan fisiologis, penurunan nafsu makan, serta berbagai kondisi kesehatan yang menyertai proses penuaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi tubuh, berkurangnya kualitas hidup, hingga memperbesar kerentanan terhadap berbagai penyakit.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan yang memengaruhi kemampuan menyerap dan memanfaatkan zat gizi. Penurunan massa otot, kepadatan tulang, serta daya tahan tubuh membuat kebutuhan nutrisi pada lansia justru semakin penting untuk diperhatikan.

Kajian dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa kebutuhan gizi lansia tidak hanya berkaitan dengan kecukupan energi, tetapi juga mencakup asupan protein, kalsium, vitamin B12, folat, dan cairan yang memadai. Pemenuhan nutrisi tersebut dinilai penting untuk membantu mempertahankan massa otot, kesehatan tulang, serta fungsi tubuh sehingga lansia dapat tetap aktif dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Protein menjadi salah satu zat gizi yang paling sering kurang terpenuhi pada lansia karena menurunnya nafsu makan atau adanya kesulitan mengunyah makanan tertentu. Padahal, protein berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, mempercepat proses pemulihan tubuh, serta mengurangi risiko kelemahan fisik.

Selain protein, kebutuhan cairan juga kerap terabaikan karena rasa haus cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Apabila tidak dipenuhi, kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, menurunkan kemampuan berkonsentrasi, serta mengganggu fungsi berbagai organ tubuh.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi lansia dapat dilakukan melalui pola makan yang beragam dan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, sumber protein, serta makanan yang kaya vitamin dan mineral. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga membantu menilai status gizi sehingga kebutuhan nutrisi dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan demikian, kebutuhan nutrisi lansia tidak boleh dianggap sebagai hal sepele. Melalui asupan gizi yang seimbang, pola hidup sehat, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, lansia memiliki peluang lebih besar untuk tetap sehat, aktif, dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....