PkM Kebidanan Poltekes Kemenkes Edukasi Pendampingan Ibu Hamil Cegah Stunting

  • 29 Jun 2026 17:33 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan melalui penguatan edukasi sejak masa kehamilan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Kebidanan Poltekes Kemenkes melaksanakan kegiatan lanjutan implementasi bertajuk "Menuju Generasi Bebas Stunting: Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Kelas Edukasi ASI Eksklusif" di Posyandu Saliara, wilayah kerja Puskesmas Batu 10, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari kelas edukasi sebelumnya ini difokuskan pada pendampingan ibu hamil dan kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mengenai persiapan menyusui sebagai salah satu strategi pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nurniati Tianastia Rullyni, mengatakan pendampingan ini bertujuan memastikan materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya dapat dipraktikkan secara benar oleh peserta.

Tidak hanya memperoleh pengetahuan, ibu hamil juga dibimbing secara langsung untuk menguasai berbagai keterampilan. Keterampilan perawatan payudara selama kehamilan, teknik pelekatan bayi yang benar, posisi menyusui yang nyaman, serta manajemen laktasi sebagai bekal menghadapi masa menyusui setelah persalinan.

"Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya ditentukan setelah bayi lahir, tetapi harus dipersiapkan sejak masa kehamilan. Melalui pendampingan ini kami berharap setiap ibu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif sehingga dapat mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal sekaligus menjadi salah satu langkah nyata dalam pencegahan stunting," ujar Nurniati Tianastia Rullyni, Senin, 29 Juni 2026.

Selain pendampingan kepada ibu hamil, kegiatan juga memberikan penguatan kapasitas kepada kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Kader dibekali kemampuan memberikan konseling sederhana mengenai ASI eksklusif, mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui, serta melakukan edukasi berkelanjutan melalui kegiatan Posyandu dan kelas ibu hamil.

Metode yang diterapkan dalam kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, simulasi, serta praktik langsung menggunakan alat peraga berupa phantom payudara dan boneka bayi. Tim pelaksana bersama bidan Puskesmas Batu 10 mendampingi peserta secara individual agar setiap ibu mampu mempraktikkan teknik menyusui dengan benar.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebagian besar ibu hamil telah mampu melakukan perawatan payudara, memahami teknik pelekatan bayi yang benar, serta mengetahui langkah-langkah mempertahankan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

“Kader kesehatan juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....