Terlalu Ikut Tren dapat Mengakibatkan Social Fatigue
- 11 Mei 2026 11:08 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ada banyak tren yang beredar melalui sosial media dan kemudian diikuti oleh banyak orang. Salah satu dampak dari situasi ini adalah dapat membuat seseorang mengalami social fatigue.
Afitri Susanty, Praktisi Psikologi menjelaskan, kondisi ini adalah ketika seseorang merasakan kelelahan khususnya secara mental, emosional dan fisik. Hal ini memang diakibatkan karena interaksi sosial yang berlebihan diera digital seperti sekarang.
“Apalagi orang-orang yang emang FOMO itu pasti cepat merasakan social fatigue,” kata Afitri, Senin, 11 Mei 2026.
Perilaku FOMO (Fenomena Fear of Missing Out) biasanya muncul ketika seseorang melihat pencapaian, gaya hidup, atau aktivitas orang lain di media sosial. Perbandingan sosial yang terus terjadi dapat membuat sesorang merasa hidupnya kurang menarik, sehingga terdorong untuk terus aktif secara online demi mendapatkan validasi sosial.
Social fatigue tidak hanya membuat seseorang merasa Lelah,namun juga membuat sebagian orang memilih menarik diri dari lingkungan sosial, baik online maupun offline. Efek dari kelelahan ini pun tak jarang membuat orang mengambil keputusan untuk melakukan digital detox demi mendapatkan ketenangan pikiran.
“Tapi cara ini memang tepat dalam rangka mengistirahatkan diri,” ucapnya.
Kesadaran untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata semakin penting untuk diterapkan. Pengelolaan yang baik antara kedua hal tersebut, akan membuat seseorang tetap terhubung tanpa harus kehilangan kesehatan mental dan kualitas hidupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....