Kemenkes RI Perkuat Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi
- 22 Apr 2026 10:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dilansir dari laman kemkes.go.id, dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Kesehatan RI memperkuat upaya deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka kematian ibu di Indonesia.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat merusak organ seperti ginjal dan hati, serta memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kejang (eklamsia) dan kematian ibu/janin.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menargetkan penurunan angka kematian ibu secara agresif dalam lima tahun ke depan. Target tersebut adalah menurunkan angka dari 140 menjadi 40 per 100.000 kelahiran hidup.
Saat ini, angka kematian ibu di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Preeklamsia dan eklamsia menjadi penyebab terbesar kedua dengan kontribusi sekitar 25 persen dari total kasus.
Sebagai respons, Kemenkes menggandeng mitra seperti Queenrides untuk menghadirkan inovasi berbasis Internet of Medical Things dan kecerdasan buatan. Teknologi ini digunakan guna meningkatkan kualitas skrining dan memperluas jangkauan layanan kesehatan ibu.
Inovasi tersebut diperkuat dengan pemeriksaan ultrasonografi pada arteri uterina dan oftalmik untuk meningkatkan akurasi deteksi. Hasil awal menunjukkan peningkatan kemampuan deteksi hingga 50 persen dibandingkan metode sebelumnya.
Sejak 2022, Kemenkes telah mendistribusikan perangkat USG ke 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan ibu secara merata, serta menurunkan angka kematian ibu secara signifikan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....