Kurang Tidur Picu Kerusakan Koneksi Otak Manusia

  • 15 Apr 2026 12:01 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kurang tidur menjadi fenomena yang semakin umum di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. Banyak orang mengabaikan kebutuhan istirahat demi pekerjaan, hiburan, atau penggunaan perangkat digital. Padahal, tidur memiliki fungsi vital dalam menjaga kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.

Melansir dari situs ayosehat.kemkes.go.id, sejumlah penelitian terbaru mengungkap, kurang tidur dapat memicu kerusakan pada koneksi otak. Saat seseorang tidur cukup, otak bekerja memperbaiki dan memperkuat hubungan antar neuron melalui proses biologis yang kompleks. Namun, ketika waktu tidur terganggu, proses ini tidak berjalan optimal dan justru dapat menyebabkan gangguan pada jaringan saraf.

Kerusakan koneksi otak ini berdampak langsung pada fungsi kognitif seseorang. Gejala yang sering muncul antara lain penurunan daya ingat, sulit berkonsentrasi, serta kemampuan berpikir yang melambat. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan neurologis yang lebih serius.

Tidak hanya berdampak pada kemampuan berpikir, kurang tidur juga memengaruhi kesehatan mental. Individu yang mengalami kekurangan tidur lebih rentan terhadap stres, kecemasan, hingga depresi. Hal ini terjadi karena otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses emosi dan memulihkan kondisi psikologis.

Pentingnya menjaga pola tidur yang sehat sebagai langkah pencegahan agar Kesehatan otak tetap terjaga. Orang dewasa disarankan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Selain itu, mengurangi paparan layar sebelum tidur dan menciptakan lingkungan yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat serta menjaga koneksi otak tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....