Bahaya Balas Dendam saat Buka Puasa bagi Kesehatan Tubuh
- 22 Feb 2026 18:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Bulan Ramadan selalu menjadi momen penuh berkah dan refleksi diri. Selain menahan lapar dan haus, momen berbuka menjadi saat yang paling dinanti untuk menikmati hidangan favorit bersama keluarga atau teman.
Tak jarang, rasa lapar yang menumpuk sepanjang hari membuat sebagian orang terpikir melakukan “balas dendam” saat berbuka. Fenomena ini mendorong seseorang makan dalam porsi berlebihan atau tanpa kendali, tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.
Menurut situs Halodoc.com, makan terlalu banyak saat berbuka puasa sama sekali tidak dianjurkan. Kebiasaan “balas dendam” ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan, baik secara langsung maupun jangka panjang, jika dilakukan terus-menerus.
Konsumsi makanan secara berlebihan dapat langsung menimbulkan gangguan pencernaan. Perut menjadi kembung, mual, dan bahkan bisa memicu sakit maag yang mengganggu kenyamanan setelah berbuka.
Selain itu, makan dalam jumlah terlalu banyak dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Kondisi ini berisiko terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes atau masalah metabolik lainnya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan “balas dendam” saat berbuka juga dapat meningkatkan berat badan secara signifikan. Metabolisme tubuh terganggu, dan risiko penyakit kronis seperti hipertensi maupun penyakit jantung pun meningkat.
Ahli gizi menyarankan untuk mulai berbuka dengan porsi kecil dan makanan yang kaya serat serta protein. Minum air putih secukupnya juga membantu menormalkan kondisi tubuh setelah seharian berpuasa.
Menikmati hidangan secara perlahan bukan berarti berbuka menjadi kurang nikmat. Sebaliknya, tubuh lebih nyaman dan risiko makan berlebihan di malam hari dapat dihindari.
Selain berdampak secara fisik, pengendalian diri saat berbuka juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Rasa puas karena mampu menahan diri memberikan ketenangan dan kepuasan batin selama Ramadan.
Alih-alih membalas dendam pada perut yang lapar, momen berbuka bisa dimanfaatkan untuk memilih makanan sehat. Contohnya kurma, sayur, protein, dan air putih dapat menjaga tubuh tetap bugar tanpa mengurangi kenikmatan berbuka.
Dengan pola buka puasa yang tepat, tubuh tetap bugar dan hati pun tenang. Ramadan menjadi kesempatan memperkuat kebiasaan sehat sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang.
Berbuka puasa bukan momen “balas dendam”, tetapi kesempatan untuk menikmati makanan dengan bijak. Tubuh sehat, hati senang, dan ibadah pun berjalan lancar sepanjang bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....