Stres dan Overthinking Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
- 22 Feb 2026 11:06 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Stres berkepanjangan dan kebiasaan overthinking kini semakin mendapat perhatian karena dampaknya terhadap kesehatan jantung. Kondisi mental yang terus tertekan dapat memicu reaksi berantai dalam tubuh, mulai dari peningkatan hormon stres hingga gangguan fungsi organ vital. Para ahli kesehatan menilai bahwa kesehatan mental dan kesehatan jantung memiliki keterkaitan yang sangat erat.
Melansir dari situs keslan.kemkes.go.id, saat seseorang mengalami stres atau terlalu banyak berpikir, tubuh akan melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin secara berlebihan. Hormon ini dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut berisiko merusak pembuluh darah dan mempercepat terjadinya gangguan pada jantung.
Overthinking juga sering dikaitkan dengan pola hidup tidak sehat. Orang yang mengalami tekanan mental cenderung sulit tidur, kurang berolahraga, serta memiliki kebiasaan makan yang buruk. Kombinasi faktor-faktor ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah, yang merupakan pemicu utama penyakit jantung.
Selain itu, stres emosional dapat memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis diketahui berperan besar dalam pembentukan plak pada pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi terhambat dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun gangguan jantung lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk lebih memperhatikan kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung. Mengelola stres melalui relaksasi, olahraga teratur, tidur cukup, serta berbagi cerita dengan orang terdekat dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....