Tak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut, Ini Penjelasannya

  • 14 Feb 2026 20:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Anggapan bahwa gigi berlubang harus selalu dicabut masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, menurut para dokter gigi, pencabutan bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi gigi berlubang. Penanganan sangat bergantung pada tingkat keparahan lubang serta kondisi gigi dan jaringan sekitarnya.

Melansir dari situs rs-harapanmulia.com, pada tahap awal, gigi berlubang umumnya masih dapat ditangani tanpa pencabutan. Lubang kecil yang belum mencapai saraf gigi biasanya cukup dirawat dengan tindakan penambalan. Prosedur ini bertujuan membersihkan bagian gigi yang rusak dan menutupnya agar kerusakan tidak semakin meluas.

Jika lubang sudah cukup dalam dan mencapai saraf, perawatan saluran akar dapat menjadi pilihan. Dalam tindakan ini, dokter akan membersihkan jaringan saraf yang terinfeksi, kemudian menutup dan melindungi gigi agar tetap dapat berfungsi. Dengan perawatan yang tepat, gigi masih bisa dipertahankan meskipun kerusakannya cukup parah.

Pencabutan gigi biasanya menjadi pilihan terakhir apabila gigi sudah rusak berat dan tidak dapat diselamatkan. Misalnya, ketika struktur gigi hancur atau infeksi sudah menyebar luas sehingga berisiko mengganggu kesehatan gigi dan gusi di sekitarnya. Dalam kondisi tersebut, pencabutan dilakukan demi mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin untuk mencegah kondisi gigi berlubang menjadi lebih parah. Dengan deteksi dan penanganan sejak dini, peluang mempertahankan gigi tetap besar. Edukasi ini diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa gigi berlubang tidak selalu berakhir dengan pencabutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....