Konsumsi Berlebih Daging Olahan Ancam Kesehatan
- 10 Feb 2026 20:30 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Konsumsi daging olahan yang berlebihan kini menjadi perhatian serius bagi kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mengingatkan, bahwa makanan ultra proses tersebut memiliki sifat karsinogenik atau pemicu kanker jika dikonsumsi secara terus-menerus, Selasa, 10 Februari 2026.
Nutrisionis Ahli Muda, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Renta Paulina Sijabat, menjelaskan, bahwa daging olahan seperti sosis, kornet, atau daging burger telah melewati proses panjang yang menghilangkan nutrisi asli dan mengandung zat tambahan. Kandungan tersebut juga memiliki kadar natrium tinggi dan lemak jenuh, sehingga dapat berisiko memicu kolesterol dan hipertensi, dan juga berkontribusi pada resiko kanker.
”Daging olahan itu memang beresiko bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik,” ujar Renta Paulina Sijabat.
Renta mengatakan, bahwa mengonsumsi daging olahan sekali-kali dengan tujuan refreshing atau kesenangan diri, tidak secara langsung menyebabkan kanker. Oleh karena itu, dalam menjaga kesehatan, harus tetap menerapkan pola konsumsi yang seimbang dengan 80% dari makanan sehat dan bergizi seimbang dan 20% melalui makanan selingan atau refreshing seperti makan daging olahan dalam jumlah terbatas.
"Sebaiknya kalau makanan yang sehat itu bisa sekitar 80%, dan kontribusinya 20%," ucapnya.
Renta juga menyoroti fenomena masyarakat perkotaan, termasuk di Tanjungpinang, yang mulai beralih ke makanan praktis karena kesibukan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali mengolah pangan segar di rumah.
| Baca juga: Pegagan Julukan Daun Awet Muda |
"Dengan mengolah sendiri di rumah, kita bisa mengontrol kadar garam dan lemaknya sehingga jauh lebih sehat," tuturnya.
Ia menekankan, bahwa pencegahan kanker harus dilakukan secara komprehensif. Selain membatasi daging olahan. Masyarakat diminta rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan agar tidak obesitas, dan mengelola stres.
"Mari beralih ke pangan segar, apa yang bisa dibatasi, sebaiknya dibatasi," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....