Makanan Dikukus Lebih Sehat, Benarkah ?
- 29 Jan 2026 15:13 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Kesehatan di tengah gempuran berbagai produk makanan dan minuman tinggi kalori dan tinggi lemak, mulai bermunculan usaha atau bisnis makanan sehat yang mulai diminati masyarakat. Salah satu bisnis atau usaha skala UMKM yang saat ini mulai bermunculan adalah penjualan makanan kukusan atau rebusan seperti Ubi rebus, Kacang rebus, Telur rebus, jagung rebus, labu siam dan wortel rebus baik yang dijual melalui online maupun menggunakan gerobak.
Di kota Tanjungpinang misalnya, usaha Kukusan ini sudah mulai bermunculan pada sejak awal tahun 2025 yang lalu. Pada awalnya hanya ada satu atau dua titip gerobak jualan yaitu di sekitar jalan Ganet KM.11 dan juga jalan Pemuda KM 4. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemukan gerobak penjualan kukusan karena hamper di sepanjang jalan bisa ditemui gerobak penjual kukusan ini.
Pada awalnya Gerobak penjualan kacang rebus dan jagung rebus sudah cukup lama mendahului bisnis penjualan kukusan ini. Namun bedanya Penjuala kacang dan jagung rebus tidak menjual jenis lainnya seperti ubi-ubian, telur dan wortel dan labu siam kukus.
Maraknya bisnis kukusan ini memberikan dampak yang positif bagi peningkatan Kesehatan masyarakat. Dilansir dari https://www.halodoc.com/artikel/alasan-makanan-yang-dikukus-atau-direbus-baik-untuk-diet? , Mengolah makanan dengan cara dikukus membuat kandungan baik dalam bahan makanan terjaga dengan baik dan tidak mudah rusak. Uap panas saat mengukus tidak menarik senyawa vitamin yang terdapat dalam bahan makanan. Mengukus justru membuat senyawa beracun, seperti pestisida atau sianida terbuang dari sayuran.
Proses makanan yang baik untuk diet ini mampu mempertahankan zat gizi dalam makanan hingga 82 persen. Jika kamu mengukus brokoli, maka sayuran tersebut hanya kehilangan kandungan antioksidan sebanyak 11 persen saja. Proses makanan yang baik untuk diet ini direkomendasikan untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air. Tujuannya adalah agar vitamin tidak hilang ketika proses pengukusan berlangsung. Ingat, jangan mengukus terlalu lama agar warna hijau pada sayuran tetap segar.
Bukan hanya dapat mempertahankan antioksidan dalam sayuran saja, proses pengukusan juga dapat meningkatkan kandungan gizi dalam sayuran. Salah satu kandungan gizi yang meningkat saat proses ini berlangsung adalah polifenol. Kenaikan gizinya sendiri dapat mencapai 52 persen, karena proses pemanasan yang tidak berlebihan dan tidak terendam air. Jika dingin, sayuran juga dapat dipanaskan kembali tanpa memengaruhi kualitas makanan.
Jika saat ini anda masih mengkonsumi makanan yang diolah dengan cara di kukus, teruskanlah kebiasaan baik ini agak Kesehatan jangka Panjang bisa anda dapatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....