Mengenal Sejarah Matcha, Teh Hijau yang Mendunia
- 24 Agt 2025 20:27 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Matcha, minuman teh hijau yang kini digemari di seluruh dunia, memiliki sejarah panjang yang bermula dari Tiongkok kuno. Teh bubuk ini pertama kali dikembangkan selama Dinasti Tang (618–907 M), di mana daun teh dikukus dan dikeringkan untuk kemudian digiling menjadi bubuk halus.
Melansir daei situs worldhistory.org, pada abad ke-12, matcha mulai dikenal di Jepang ketika seorang biksu Zen bernama Eisai membawa biji teh dan metode persiapan matcha dari Tiongkok. Di Jepang, matcha tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga bagian penting dari ritual dan budaya, terutama dalam praktik upacara minum teh atau chanoyu. Upacara ini menjadi bentuk meditasi dan simbol keharmonisan, kesederhanaan, serta penghormatan terhadap alam dan sesama.
Selama berabad-abad, matcha menjadi simbol eksklusivitas di kalangan bangsawan dan biksu di Jepang. Namun, popularitasnya mulai meluas di kalangan masyarakat umum seiring berkembangnya kebudayaan Jepang. Matcha juga mulai dikenal sebagai minuman yang kaya manfaat, karena mengandung antioksidan tinggi, kafein alami, dan zat penenang bernama L-theanine.
Di era modern, matcha mengalami kebangkitan popularitas global berkat tren gaya hidup sehat dan minat terhadap kuliner Asia. Minuman ini kini tidak hanya disajikan sebagai teh tradisional, tetapi juga hadir dalam berbagai varian modern seperti latte, es krim, kue, hingga produk kecantikan. Negara-negara Barat pun mulai mengadopsi matcha sebagai bagian dari menu keseharian mereka.
Dengan sejarah yang kaya dan nilai budaya yang mendalam, matcha tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga warisan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dari biara Zen hingga kedai kopi modern, matcha terus menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan esensinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....