Penyebab Susah Buang Air Besar (BAB)

  • 24 Apr 2025 15:14 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Susah buang air besar (BAB) merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan atau jarang buang air besar. Susah BAB dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan tertentu. Masalah ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Dilansir dari halodoc.com berikut adalah beberapa penyebab umum susah BAB :

1. Kurangnya Serat dalam Makanan

Orang dengan asupan serat yang rendah akan cenderung mengalami sembelit. Ini karena serat mendorong buang air besar secara teratur, terutama ketika seseorang menggabungkannya dengan hidrasi yang cukup. Beberapa makanan berserat tinggi, antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang. Sementara itu, makanan rendah serat antara lain makanan tinggi lemak (keju, daging, dan telur), makanan olahan tinggi, seperti roti putih, makanan cepat saji, dan keripik.

2. Kurang Aktif Bergerak

Tingkat aktivitas fisik yang rendah juga dapat menjadi penyebab susah buang air besar. Beberapa penelitian juga telah menemukan bahwa orang yang sehat secara fisik, termasuk pelari maraton, lebih kecil kemungkinannya mengalami sembelit daripada orang lain, meskipun alasan pastinya masih belum jelas. Para ahli setuju bahwa dengan meningkatkan mobilitas, maka dapat membantu memperbaiki sembelit di antara orang dewasa yang lebih tua. Orang yang menghabiskan beberapa hari atau minggu di tempat tidur atau duduk di kursi mungkin memiliki risiko sembelit yang lebih tinggi.

3. Efek Konsumsi Obat

Beberapa obat juga dapat meningkatkan risiko sembelit, diantaranya:

- Obat pereda nyeri opioid: Ini termasuk kodein, oxycodone, dan hydromorphone.

- Antidepresan trisiklik: Ini termasuk amitriptyline dan imipramine.

- Antikonvulsan tertentu: Contohnya, fenitoin dan karbamazepin.

- Penghambat saluran kalsium: Ini menurunkan tekanan darah, dan jenis tertentu menurunkan detak jantung. Mereka termasuk diltiazem dan nifedipine.

- Antasida yang mengandung aluminium: Ini termasuk Amphojel dan Basaljel.

- Antasida yang mengandung kalsium: Salah satu contohnya adalah Tums.

- Diuretik: Ini menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh. Mereka termasuk hidroklorotiazid dan furosemide.

- Suplemen zat besi: Dokter meresepkan ini untuk mengobati anemia defisiensi besi.

4. Perubahan Rutinitas

Ketika seseorang bepergian, misalnya, rutinitas mereka yang biasa berubah. Hal ini dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Makan, tidur, dan menggunakan kamar mandi pada waktu yang berbeda dari biasanya dapat meningkatkan risiko sembelit.

5. Terlalu Sering Menggunakan Obat Pencahar

Beberapa orang khawatir bahwa mereka tidak cukup sering ke toilet sehingga mereka menggunakan obat pencahar untuk mengatasi masalah ini. Obat pencahar dapat membantu buang air besar, tetapi penggunaan obat pencahar tertentu secara teratur memungkinkan tubuh untuk terbiasa dengan tindakannya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang untuk terus menggunakan obat pencahar ketika mereka tidak lagi membutuhkannya. Orang tersebut mungkin juga memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....