KOMPAS Pembinaan Karier Mahasiswa UMRAH Berbasis Data
- 30 Sep 2026 16:37 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mulai memperkuat pola pembinaan karier mahasiswa melalui Kolaborasi Manajemen Pembinaan Karier Mahasiswa (KOMPAS). Program tersebut disosialisasikan pada kegiatan Yudisium FTTK Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
KOMPAS merupakan aksi perubahan yang dikembangkan Kepala Bagian Umum FTTK UMRAH, Nurlaila, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Kepulauan Riau. Menurut Nurlaila, KOMPAS dirancang untuk mengubah pendekatan pembinaan karier mahasiswa agar tidak berhenti pada penyampaian informasi dunia kerja atau pendataan setelah mahasiswa menjadi alumni.
“Substansi perubahan yang ingin dibangun dalam KOMPAS adalah bagaimana pembinaan karier mahasiswa dapat dikelola secara lebih terstruktur, kolaboratif, dan berbasis data, sehingga tidak berhenti ketika mahasiswa dinyatakan lulus,” ujar Nurlaila,” Rabu, 30 September 2026.
Tantangan pembinaan karier tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi mengenai lapangan kerja. Perguruan tinggi juga perlu memiliki mekanisme yang mampu mempertemukan dan menghubungkan mahasiswa, alumni, dunia industri, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya secara berkelanjutan.
Pemilihan kegiatan yudisium sebagai ruang sosialisasi KOMPAS bukan tanpa alasan. Mahasiswa calon wisudawan berada pada fase peralihan dari lingkungan akademik menuju dunia profesional, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan usaha.
“Karena itu, yudisium dipandang tidak hanya sebagai penanda berakhirnya proses akademik, tetapi juga dapat menjadi titik awal untuk membangun hubungan berkelanjutan antara lulusan dan fakultas,” tuturnya.
Melalui KOMPAS, mahasiswa yang berada pada tahap akhir studi mulai didata mengenai kondisi serta rencana karier mereka. Pendekatan ini kemudian diperkuat melalui TRACE FTTK (Tracer Record and Career Evaluation), yang dikembangkan sebagai mekanisme pendataan dan pelacakan perjalanan karier mahasiswa dan lulusan.
“Yang ingin kami ubah adalah cara pandang terhadap pembinaan karier. Mahasiswa tidak hanya didata setelah menjadi alumni, tetapi mulai dikenali kebutuhan dan kondisi kariernya sejak berada pada fase akhir pendidikan. Dengan data tersebut, pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah,” katanya.
Pengembangan KOMPAS juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Dalam konteks tersebut, aksi perubahan diarahkan tidak sekadar menghasilkan sebuah produk atau kegiatan, tetapi juga mendorong perubahan pada proses kerja, koordinasi, dan tata kelola pelayanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....