Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas saat Hujan
- 27 Agt 2026 18:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Hujan tidak hanya membawa udara yang lebih sejuk, tetapi juga menghadirkan aroma khas yang muncul ketika air pertama kali membasahi tanah. Bau tersebut sering disebut sebagai aroma tanah setelah hujan dan dapat terasa semakin kuat setelah periode cuaca kering yang cukup lama.
Melansir dari situs agridigi.fkp.unesa.ac.id, aroma khas ini berkaitan dengan senyawa bernama geosmin, yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu di dalam tanah, terutama kelompok bakteri Streptomyces. Senyawa tersebut dapat berada di permukaan tanah dan kemudian terlepas ke udara ketika terkena air hujan.
Tetes hujan yang jatuh ke permukaan tanah juga dapat membentuk gelembung udara berukuran sangat kecil. Gelembung tersebut membantu membawa berbagai senyawa dari tanah ke udara dalam bentuk aerosol, sehingga aroma tanah menjadi lebih mudah tercium oleh manusia, terutama ketika hujan turun setelah cuaca panas dan kering.
Selain geosmin, aroma setelah hujan juga dapat dipengaruhi oleh minyak alami yang dilepaskan tumbuhan dan menempel pada tanah atau permukaan batu. Ketika hujan turun, senyawa-senyawa tersebut dapat kembali menyebar ke udara dan berpadu dengan geosmin sehingga menghasilkan aroma yang khas dan sering dianggap menyegarkan.
Aroma tanah setelah hujan pada dasarnya merupakan hasil dari interaksi antara air hujan, tanah, mikroorganisme, dan senyawa dari tumbuhan. Karena itu, bau tersebut bukan sekadar tanda tanah menjadi basah, tetapi merupakan proses alami yang membuat suasana setelah hujan memiliki karakter aroma yang berbeda dari kondisi cuaca lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....