Kerja Sambil Berdiri: Tren Sehat atau Sekadar Gaya?

  • 15 Jun 2026 09:26 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gaya kerja modern kini mulai bergeser dengan hadirnya standing desk yang memungkinkan aktivitas dilakukan sambil berdiri. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap kebiasaan duduk terlalu lama yang semakin umum di lingkungan kerja digital.

Sejumlah kantor mulai mengadopsi meja berdiri sebagai alternatif untuk mengurangi gaya hidup pasif. Apalagi, duduk berjam-jam disebut berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan jangka panjang.

Sebuah studi dari University of Minnesota menemukan bahwa berdiri saat bekerja meningkatkan pembakaran energi dibanding duduk. Penelitian tersebut mencatat pengeluaran energi naik dari sekitar 1,02 menjadi 1,36 kilokalori per menit saat berdiri.

Meski selisihnya terlihat kecil, efeknya bisa terasa jika dilakukan secara konsisten setiap hari. Dalam jangka panjang, aktivitas sederhana ini dapat membantu tubuh tetap lebih aktif selama jam kerja.

Studi lain dalam European Journal of Preventive Cardiology menunjukkan berdiri membakar sekitar 0,15 kalori lebih banyak per menit dibanding duduk. Jika dilakukan hingga enam jam sehari, tambahan pembakaran energi ini dapat memberikan dampak kumulatif bagi kesehatan tubuh.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa berdiri terlalu lama juga bukan solusi sempurna bagi kesehatan. Keseimbangan antara duduk, berdiri, dan bergerak tetap menjadi kunci utama menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Kini, standing desk bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan bagian dari upaya menciptakan pola kerja yang lebih aktif. Pertanyaannya bukan lagi duduk atau berdiri, tetapi seberapa sering tubuh diberi kesempatan untuk bergerak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....