Blue Light Glasses: Beneran Efektif atau Cuma Tren?

  • 15 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kacamata anti radiasi atau blue light glasses kini makin populer di kalangan pekerja digital. Banyak yang percaya, alat ini bisa melindungi mata dari efek buruk layar gadget sehari-hari.

Tren ini berkembang seiring meningkatnya durasi menatap layar, baik untuk kerja maupun hiburan. Namun, pertanyaannya masih sama, apakah benar kacamata ini benar-benar bekerja secara ilmiah.

Sebuah analisis besar terhadap 17 uji klinis menemukan tidak ada manfaat signifikan dari lensa penyaring cahaya biru. Penelitian tersebut menyebut tidak ada perbedaan nyata dalam mengurangi kelelahan mata dibanding lensa biasa.

Temuan ini diperkuat oleh pernyataan American Academy of Ophthalmology yang tidak merekomendasikan penggunaan kacamata tersebut. Organisasi itu menyebut belum ada bukti ilmiah kuat bahwa cahaya biru dari layar merusak mata.

Meski begitu, sebagian pengguna mengaku merasa lebih nyaman saat menggunakan kacamata ini. Efek tersebut diduga berasal dari pengurangan silau, bukan karena penyaringan cahaya biru secara spesifik.

Para ahli justru menyoroti penyebab utama keluhan mata berasal dari kebiasaan penggunaan layar yang berlebihan. Faktor seperti jarak pandang, pencahayaan, dan jarang berkedip dinilai lebih berpengaruh dibanding cahaya biru itu sendiri.

Alih-alih bergantung pada kacamata, solusi sederhana justru dianggap lebih efektif untuk menjaga kesehatan mata. Mulai dari istirahat teratur, mengatur kecerahan layar, hingga membatasi penggunaan gadget sebelum tidur.

Pada akhirnya, blue light glasses bukan sepenuhnya mitos, tetapi juga belum terbukti sebagai solusi utama. Di tengah gempuran tren, kebiasaan digital yang sehat tetap menjadi kunci menjaga kenyamanan mata setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....