Mahasiswa STAIN SAR Kepri Ikuti Workshop Fotografi dan Videografi Jurnalistik

  • 08 Jun 2026 12:39 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Workshop Photography dan Videografi Jurnalistik bertema “Membingkai Peristiwa, Mengabadikan Makna, Menguatkan Literasi Media”* di Auditorium Razali Jaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang jurnalistik, fotografi, videografi, dan produksi konten media yang profesional di era digital.

Workshop menghadirkan empat narasumber dari kalangan praktisi media dan industri kreatif. Diantaranya Sutana dari AJI Tanjungpinang yang membawakan materi dasar-dasar jurnalistik digital, Jailani Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau dengan materi penulisan opini, Kurnia Syaifullah selaku kameraman dan video jurnalis TV One yang membahas videografi jurnalistik, serta fotografer profesional Albet yang mengulas teknik fotografi bercerita.

Ketua Program Studi KPI STAIN SAR Kepri, Ahmad Hamdan, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis mahasiswa. Menurutnya, keterampilan tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, informatif, dan bertanggung jawab.

“Penguasaan jurnalistik, fotografi, dan videografi merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa KPI sebagai calon praktisi komunikasi dan media,” kata Ahmad Hamdan, Senin 8 Juni 2026.

Workshop dibuka oleh Pelaksana Tugas Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Fadhila Yonata. Ia menekankan pentingnya kemampuan jurnalistik dan produksi media sebagai bagian dari kompetensi utama mahasiswa di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat.

Pada sesi jurnalistik, Sutana menjelaskan pentingnya prinsip akurasi, verifikasi, independensi, dan etika dalam pemberitaan. Menurutnya, kemampuan cek fakta menjadi keterampilan yang wajib dimiliki jurnalis di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.

“Jurnalistik yang baik harus berlandaskan pada kebenaran dan proses verifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Sementara itu, Jailani memaparkan strategi menulis opini yang mampu menembus media massa. Ia menegaskan bahwa tulisan opini harus didukung argumentasi yang kuat, data yang relevan, dan bahasa yang mudah dipahami.

Pada sesi videografi, Kurnia Syaifullah menjelaskan teknik dasar produksi video berita, mulai dari pengambilan gambar hingga komposisi visual. Ia menekankan bahwa video jurnalistik harus tetap mengedepankan akurasi dan objektivitas.

“Video jurnalistik bukan hanya soal gambar yang menarik, tetapi juga kemampuan menyampaikan fakta secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” Ia menambahkan.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, praktik, dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....