Kelola Penggunaan Gadget pada Anak tanpa Drama

  • 31 Mei 2026 17:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID Tanjungpinang - Kemajuan teknologi saat ini berkembang sangat cepat terutama pada spesifikasi gadget yang fitur-fiturnya semakin lengkap. Selain itu ketergantungan dunia pendidikan terutama usia sekolah pada gadget sangat tinggi dimana komunikasi antara guru dan orang tua dilakukan melalu Whatsapp grup.

Namun tidak jarang penggunaan gadget malah beralih fungsi menjadi wadah permainan game oleh anak tanpa kendali waktu yang baik. Dan buruknya lagi banyak orang tua yang justru melakukan pembiaran dengan alasan kasihan terhadap anak atau dengan alasan agar anak tidak mengganggu aktifitas orang tua.

Dilansir dari https://clsd.psikologi.ugm.ac.id/2023/11/23/dampak-gadget-terhadap-perkembangan-anak-memahami-efek-positif-dan-negatif/, dampak negatif gadget dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa anak. Hal ini terjadi karena anak menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar gadget dibandingkan berinteraksi dengan orang lain yang dapat melancarkan pembelajaran berbicara dan berbahasa. Akibatnya, anak jarang berinteraksi dengan orang lain dan mengakibatkan kurangnya kemampuan bicara dan bahasa anak.

Kedua, penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap pembentukan karakter anak. Pengaruh buruk pada pembentukan karakter anak dapat disebabkan oleh penggunaan gadget melalui konten-konten yang kurang baik. Contohnya, terdapat berbagai video yang dapat mengakibatkan anak berperilaku kurang sopan terhadap orang yang lebih dewasa dan berkata kasar.

Terakhir, kelebihan menggunakan gadget dapat mengganggu fungsi prefrontal cortex anak. Dengan anak kecanduan dengan gadget, otak pada anak dapat menyekresi hormon dopamin secara berlebihan yang dapat mengakibatkan fungsi prefrontal cortex menjadi terganggu. Hal ini dapat mempengaruhi wilayah dalam otak‒secara negatif‒yang mengendalikan emosi, regulasi diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan, dan prinsip-prinsip moral lainnya.

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Anda terapkan di rumah:

  1. Batasi durasi bermain : Jangan langsung melarang anak bermain gadget karena bisa memicu tantrum. Lakukan pembatasan secara perlahan

  2. Terapkan zona bebas gadget di rumah : Buat kesepakatan tegas namun santai bersama keluarga mengenai area dan waktu di mana gadget tidak boleh digunakan.

  3. Cari aktifitas pengganti yang menyenangkan : Ketagihan sering muncul karena anak merasa bosan. Alihkan perhatiannya dengan kegiatan seru.

  4. Ganti fungsi gadget : Jika anak menjadikan gadget sebagai sarana hiburan utama, ganti stimulasi visual dan interaktif tersebut dengan mainan edukatif, buku bergambar, atau aktivitas eksplorasi alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....