E-book vs Buku Cetak: Mana yang Lebih Bertahan?
- 17 Mei 2026 19:06 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Perkembangan teknologi digital yang masif kini telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan menikmati bahan bacaan. Buku tidak lagi hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam format digital yang dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat elektronik.
Survei GoodStats 2025 terhadap 1.000 responden di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa 79 persen pembaca masih lebih menyukai buku cetak. Banyak pembaca mengaku aroma kertas, sentuhan halaman, hingga kebiasaan mengoleksi buku fisik memiliki daya tarik emosional yang tidak tergantikan.
Di sisi lain, kebiasaan membaca secara digital terus meningkat tajam seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Penelitian mahasiswa Universitas Negeri Medan tahun 2025 mengungkapkan bahwa smartphone menjadi media baca utama bagi 81 persen responden karena fleksibilitasnya.
Perkembangan tren digital ini juga didorong oleh hadirnya platform seperti Google Play Books yang menyediakan ribuan judul dalam satu genggaman. Kemudahan akses tersebut membuat format e-book semakin diminati, terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa yang dinamis.
Selain faktor kepraktisan, isu harga buku cetak di Indonesia yang relatif mahal turut memengaruhi preferensi para pembaca. Tingginya biaya produksi, jalur distribusi yang panjang, hingga beban pajak membuat harga buku fisik sering kali melonjak tinggi.
Kondisi ekonomi tersebut pada akhirnya membuat e-book tumbuh menjadi alternatif pilihan yang jauh lebih terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Format digital ini menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan banyak referensi bacaan namun memiliki anggaran terbatas.
Meski demikian, data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa persaingan kedua format ini bukanlah tentang saling menjatuhkan atau menggantikan. Buku cetak unggul dalam memberikan fokus dan pengalaman emosional, sementara e-book menawarkan mobilitas, kepraktisan, dan efisiensi biaya.
Pada akhirnya, kedua format media membaca ini akan terus berkembang berdampingan guna melengkapi kebutuhan masyarakat yang beragam. Pilihan format yang bertahan kini tidak lagi ditentukan oleh mana yang lebih unggul, melainkan mana yang paling sesuai dengan gaya hidup masing-masing pembaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....